amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Warga Kampung Squater Tanggul, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengeluhkan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Bahkan sejak 13 tahun Kota Serang berdiri, jalan tersebut belum pernah tersentuh pembangunan.
Warga Kampung Squater Dedi Mulyadi mengatakan, kondisi jalan rusak tersebut semakin parah bila masuk musim penghujan. Banyak sisi jalan yang rusak dan berlubang, serta dipenuhi lumpur yang licin ketika hujan. “Sekitar satu kilo meter panjang jalannya. Warga harus ekstra hati-hati kalau hujan, apalagi malam hari,” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (12/08/20).
Ia mengatakan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal itu tentu saja menganggu warga dalam menjalankan kesehariannya, seperti ke pasar, sekolah hingga melakukan kegiatan usaha lainnya. “Tentunya dengan kondisi jalan seperti ini menghambat aktivitas warga. Kondisi rusak juga sudah lebih dari sepuluh tahun, mungkin sejak Kota Serang berdiri,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Indah Hadi. Ia mengatakan, tak sedikit warga yang melewati jalan tersebut terperosok ke lubang jalan dan terjatuh. “Kendaraan yang lewat sini juga pada sering jatuh, apalagi motor sering banget kecelakaan,” katanya.
Ia berharap agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki oleh Pemkot Serang. ” Kami juga kan warga Kota Serang, dan ingin diperhatikan,” kata dia.
Menanggapi hal itu, Lurah Banten Hisbullah mengatakan, jika pembangunan jalan di tempat tersebut terkendala oleh status jalan yang masih milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. “Tanahnya masih berselisih dengan kabupaten (Pemkab Serang). Saya juga bingung mau mengusulkannya,” Tandasnya. (Arr)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…