Sekolah Tatap Muka di Kota Serang Masih Dikaji

SERANG,– Pemkot Serang saat ini masih melakukan kajian rencana pembejalaran tatap muka di Kota Serang. Hal tersebut menyikapi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, pihaknya harus mempelajari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdapat dalam SKB Empat Menteri guna menyelaraskan antara aturan dari pemkot Serang deng pemerintah pusat.
“Kita harus kaji dulu bersama teman-teman, SOP nya kita pelajari kembali kalau ada yang perlu dipebaiki kita perbaiki, baru kita ajukan kepada walikota. Ini baru kemarin 30 Maret (ditandatangani-red) tidak langsung kita juga harus tenang, kita kedepankan kesehatan peserta didik,” katanya, Selasa (6/4/2021).
Wasis mengatakan, pihaknya akan kembali melaksanakan simulasi pembelajaran jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Hal tersebut agar tenaga pendidikan ataupun murid tidak kebingungan ketika pembelajaran tatap muka dimulai. “Kita ingin setidaknya sebelum Juli sudah ada simulasi tatap muka, kan ada waktu libur panjang menjelang tahun ajaran baru. Kalau tidak (simulasi-red) nantinya Juli kaget karena tidak ada proses sebelumnya,” jelasnya.
Kendari demikian, lanjut Wasis, oelaksanaan simulasi dan sekolah tatap muka baru dapat dilaksanakan jika semua guru pada satuan pendidikan sudah divaksinasi, kemudian pihak sekolah tetap memenuhi prosedur yang telah ditetapkan pemerintah pusat. “Meskipun tatap muka, tapi ada persyaratannya, dan ini harus ditempuh dulu, jadi tidak bisa dipaksakan. Hingga saat ini sudah ada 74 persen sekolah baik negeri maupun swasta yang sudah siap melaksanakan sekolah tatap muka,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu wali murid di Kota Serang, Lilis Maftuhah mengatakan bahwa dirinya sangat merindukan pembelajaran secara tatap muka. Sebab penyampaian akan lebih maksimal saat tatap muka. “Saya kita pembelajaran tatap muka ini amat dinantikan baik oleh guru maupun wali muridnya. Justru melalui tatap muka pembelajaran akan lebih maksimal, bahkan kami bisa memantau anak-anak kami,” katanya. (Arr)






