Warga dari Berbagai Daerah Hadiri Ritual Golok Ciomas

SERANG,- Keturunan ke 7 Pewaris Golok Ciomas Godam si Denok, Ki Duhari, asal Kampung Cihujan, Rt 04 Rw 01 Desa Lebak, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, melakukan ritual pemolesan golok ciomas. Ritual ini juga diikuti oleh warga dari berbagai daerah di Indonesia.
Para pemilik golok ciomas yang ada di setiap daerah datang membawa golok tersebut kediamani ki Duhari untuk untuk diulas menggunakan godam si Denok yang konon katanya merupakan peninggalan dari Sultan Banten.
Ki Duhari mengatakan, ritual pemulasan golok ciomas dilakukan setiap tanggal 12 bulan Mulud. “Tujuannya itu untuk mengulas golok Ciomas dengan godam si Denok, itu untuk barokah dan manfaatnya,” katanya saat ditemui, Selasa (19/10/2021).
Ia mengatakan, pemegang golok Ciomas bukan hanya warga Ciomas saja, melainkan tersebar di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.
“Pemegang golok ciomas bukan hanya masyarakat ciomas saja, akan tetapi tersebar mulai dari palembang, surabaya, madiun, jogja, makasar hingga aceh,” terangnya.
Menurutnya, bukan hanya golok Ciomas saja yang dilakukan pemulasan, atau digosok dengan menggunakan godam si Denok, melainkan juga benda-benda pusaka yang asalnya dari Ciomas.
“Untuk proses ritualnya sendiri dilakukan selama satu hari satu malam sebelum akhirnya dilakukan pemulasan,” kayanya.
Ia menjelaskan, sampai saat ini terdapat golok tertua yang ada di rumahnya. Golok tersebut berusia kurang lebih 480 tahun yang diberi nama golok Sirebo. Ia mengatakan untuk golok Ciomas sendiri memiliki ciri khas tersendiri. “Untuk ciri khas golok ciomas sendiri dibuat dari besi sulangkar yang kualitasnya nomor satu,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pemegang golok Ciomas asal Aceh, Muhammad mengaku sudah ke empat kalinya datang ke ciomas untuk memoles golok miliknya. “Sudah memiliki golok ciomas sebanyak 3 buah di rumah,” tandasnya. (Arr)






