Jelang Hut Bhayangkara, Polda Banten Berikan Operasi Gratis untuk Penderita Bibir Sumbing

SERANG,- Jelang HUT Bhayangkara ke 76 Biddokes Polda Banten menggelar bakti sosial berupa operasi bibir dan lelangit geratis bagi para penderita bibir sumbing di Provinsi Banten.
Kegiatan itu ditinjau langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho.
Dalam kunjungannya, Kapolda Banten mendatangi satu persatu pasien yang mayoritas adalah anak-anak. Kapolda juga menghibur anak-anak yang hendak menjalani operasi.
Kabiddokes Polda Banten, Kombes Pol Agung Widodo mengatakan, ada sebanyak 15 orang yang telah mendaftar untuk mengikuti operasi bibir sumbing.
“Hari ini kita mengoperasi delapan pasien bibir sumbing yang berasal dari seluruh Provinsi Banten. Besok juga masih dilaksanakan operasi sebanyak tujuh pasien, sehingga jumlah total pasien yang mengikuti operasi ini sebanyak 15 orang,” katanya, Senin (13/6/2022).
Agung mengungkapkan jika operasi bibir sumbing ini merupakan hasil kerjasama Polda Banten dengan Yayasan Smile Train bersama Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial. Ia pun mengajak kepada masyarakat Banten bisa mengikuti operasi bibir sumbing di RS Bhayangkara Polda Banten.
“Jika ada anak-anak kita yang masih belum sempat dioperasi hari ini akan kita masukkan ke dalam bank data di RS Bhayangkara. Kemudian kita rencanakan untuk operasi bibir sumbing meskipun tidak ada momen tertentu tetapi secara interval waktu tertentu kita laksanakan operasi,” ungkapnya.
Agung menjelaskan jika dalam pelaksanaan operasi bibir sumbing ini dipastikan gratis dan tidak dipungut biaya sedikitpun. “Jika rekan-rekan tau ada tetangganya atau siapapun yang memiliki bibir sumbing silahkan daftar ke tempat RS Bhayangkara Polda Banten. Persyarakat akan kita permudah, yang penting mau datang kesini dan saya pastikan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Dr Hezar Salahudin mengatakan, nantinya untuk pasien yang telah menjalani operasi, orang tua wajib memperhatikan beberapa hal saat proses penyembuhan berlangsung.
“Tidak boleh meminum air dingin ataupun air yang telalu panas. Nantinya akan membuat bekas operasi terbuka,” jelasnya.
Selain itu, ia pun meminta orang tua harus rajin membersihkan areal bekas operasi dan harus memastikan areal tersebut tetap steril dan tidak boleh terlalu lembab. “Proses penyembuhan relatif, ada yang seminggu bahkan ada yang dua hari,” pungkasnya. (Arr)








