Posting Jalan Rusak, Warga Pandeglang Disemprot Kades

PANDEGLANG – Salah satu warga Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, mendapatkan intimidasi dari kepala desa setempat karena posting foto jalan rusak di akun facebook pribadinya.
Menurut informasi, hal itu berawal setelah pemilik akun Rudye Putra Alidiansyah menuliskan keterangan dalam foto postingannya. “Maaf bantu bagikan kecamatan sebelah Angsana supaya terlihat oleh Kades, Camat khususnya Kades Cipinang mau ngabuburit juga malas kalau kondisi jalan seperti ini,” ungkapnya dengan menggunakan bahasa sunda.
Postingan tersebut mendapat komentar pedas dari akun facebook Abangtompel yang diketahui adalah akun pribadi kepala desa Cipinang. “Balaga dia a**ng” (belagu kamu a**ng),” komentar Kades tersebut menjadi viral di media sosial.
Pemilik akun Rudye Alidiasnyah mengaku, tidak menyangka jika postingan tersebut menuai kontroversi dan perhatian teman facebook hingga sampai menarik Kades untuk berkata kasar melalui komentarnya.
“Awalnya saya posting jalan itu di share sama teman terus dia marah gak terima. Padahal kan kenyataan. Dia gak terima, saya juga sama di bilang anjing,” katanya.
Rudi menilai, sebagai warga negara berhak bersuara terkait pembangunan di desanya karena jalan merupakan keluhan utama yang dirasakan warganya.
“Harusnya seorang pemimpin kan mengayomi rakyat. Ini mah malah mencaci dengan kata-kata kasar. Rencana hukum pastinya tapi mau minta persetujuan warga dulu,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).
Sementara itu, Camat Angsana, Arif Mahfud mengatakan, pihaknya memanggil kepala desa untuk menyampaikan permohonan maaf terhadap orang yang dicaci maki dan memastikan untuk pembangunan jalan di desa tersebut akan segera dilakukan pada tahun depan.
“Sudah dipanggil sama saya jaronya terkait itu, bahkan disalahkan sama saya ga boleh begitu teguran sampe maki-maki orang dengn bahasa yang kurang pantas, Bahkan disuruh minta maaf sama saya itu ke orangnya,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Ia mengatakan, untuk persoalan pembangunan jalan dirinya masih berupaya agar segera terbangun, “Kalau untuk panjang jalan yang rusak itu sekitar tujuh kilometer yang rusak, dari Cipinang sampai ke Kadu Badak, saya juga berharap jalan itu semuanya segera terbangun,” ujarnya. (Ahm)








