amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Mobile Combat Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 milik PT Delima Griya Asri diuji Coba di Kota Serang. Alat tersebut diklaim mampu membaca hasil dengan cepat dan memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi lantaran menggunakan alat PCR dari Korea.
Direktur Utama PT Delima Griya Asri, Dewi Lestari menyebut, tingkat akurasi dari alat PCR mencapai 99,9 persen dan telah memenuhi standar dari organisasi Kesehatan Dunia WHO.
“Untuk alat PCR nya dari Korea tapi kita rakit di sini dengan mobil high s sesuai dengan standar WHO BSC 2. Jadi tidak usah khawatir, walaupun bentuknya seperti lab mobil, tetapi sudah sesuai dengan standar WHO,” katanya saat ditemui di RSUD Kota Serang, Kamis (15/10/20).
Selain memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, lanjut Dewi, alat tersebut juga dapat membaca hasil dengan cepat yaitu hanya 40 menit. Hal tersebut dinilai mampu memudahkan tim gugus tugas untuk melakukan pemetaan di wilayahnya.
“Hasilnya bisa keluar selama 40 menit, adapun perbedaannya adalah ada di SDM nya saja. Karena kan begitu hasilnya keluar, memerlukan otorisasi atau pengesahan dari dokter lab,” imbuhnya.
Dewi menjelaskan, didalam satu mobile Combat Covid-19, terdapat empat alat PCR yang mampu memeriksa spesimen sebanyak 32 orang setiap 40 menit. “Satu alat PCR bisa digunakan untuk memeriksa 8 orang. BNPB sudah terlebih dahulu menguji alat ini sebelum dilempar ke pasaran. Alhamdulilah hasilnya baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dewi mengatakan jika BNPB telah memberikan standar harga untuk alat tersebut sehingga tidak dapat dijual dengan harga lebih tinggi ataupun lebih rendah. “Harganya Rp5 milyar, satu Indonesia sama,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…