amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
CILEGON – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Isro Mi’roj mempersoalkan Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon. Ia menilai Pasar Tradisional itu acak-acakan pasca penertiban.
Hal tersebut disampaikan Isro saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyusul banyaknya aduan masyarakat pedagang yang ditertibkan soal keberlangsungan usahanya.
“Ini kan pasar tradisional, kondisi ini ketika menyangkut kehidupan masyarakat. Percuma juga kalau pedagang ditertibkan, tetapi jalan akses masuk jadi tempat parkir mobil dan motor. Terus apa bedanya dengan pedagang? Tetap saja jalannya sempit, macet,” kata Isro, jumat (26/3/2021)
Isro menyebutkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon untuk mencari solusi persoalan tersebut.
“Pak Wali nanti akan saya ajak ngobrol, bagaimana solusinya agar tidak ada yang tersakiti dan terzalimi. Saya mengerti, memang dari kebijakan itu (penataan dan penertiban pasar-red) ada yang dirugikan dan diuntungkan, tetapi manfaatnya mana yang lebih besar dari pada mudharatnya. Ini kan tidak, penertiban pasar malah menimbulkan persoalan baru, seperti jalan yang jadi tempat parkir,” ujar Isro.
Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian tak menampik persoalan tersebut. Helldy menyebutkan, butuh proses dan kerja sama untuk menertibkan pasar sebagaimana mestinya.
“Harusnya ngga boleh, sama juga bohong. Parkir di tempat parkir, sudah ada tadi, lahannya kan kurang lebih 4.000 meter lebih untuk parkir, makanya harus kerja sama lagi,” ujar Helldy saat ditemui di kantor UPTD Pasar Kranggot.
Helldy beralasan, penataan dan penertiban salah satu pasar tradisional itu bukan persoalan yang mudah. “Kan ngga mungkin bayi baru lahir langsung jalan, intinya kita butuh proses,” imbuhnya. (red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…