amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- SM (34) ditemukan tak bernyawa di dalam kosannya di Kampung Larangan, Desa Harjatani Kecamatan Keramatwatu, Kabupaten Serang. Jasad wanita itu pertama kali ditemukan oleh kedua rekannya, Lia dan Saria.
Saria mengatakan jika sebelumnya ia masih menjalin komunikasi dengan korban di hari Selasa sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, keesokan harinya, korban ternyata tidak masuk kerja dan sudah tidak dapat dihubungi.
“Terakhir kontak itu semalem, (Selasa-red) jam setengah 12 an, dia masih online tuh kita masih bisa chatinggan,” katanya, Kamis (19/8/2021)
Ia menjelaskan, jika pada pagi harinya warga sempat melihat seseorang keluar dari kamar kos nya dengan membawa motor dan tabung gas. Warga yang hanya melihat sepintas, mengira itu adalah korban yang hendang mengisi gas.
“Katanya pagi itu ada yang membawa motor sambil membawa tabung gas, dikira warga itu almarhumah, ga taunya ternyata bukan,” jelasnnya.
Lantaran khawatir dengan kondisi kawannya itu, ia bersama dengan Lia mamutuskan untuk menngunjungi kontrakan korban sekitar pukul 19.30 WIB. Sesampainya di kontrakan korban, didapati kamar korban masih terkunci rapat dan lampu kosan yang masih gelap.
“Akhirnya kita menggunakan kunci serep untuk masuk ke dalam kontrakan korban. Saat itu kondisi lampu mati, pas di buka itu korban dalam keadaan terlentang dengan muka ditutup bantal,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi tubuh korban sendiri tidak ada luka yang cukup parah. Hanya saja, ia melihat luka memar di bagian kaki korban. “Di kaki ada luka memar mungkin bekas perlawanan,” imbuhnya.
Ia menuturkan jika sebenarnya korban sendiri ngekos berdua dengan temannya. Namun, saat kejadian, teman korban yang satu kos sedang menginap di butik tempat kerjanya. Sementara itu, untuk kamar kos yang lainnya diketahui kosong 8 kamar kos lainnya diketahui dalam kondisi kosong.
“Cuman temannya pas kejadian sedang tidur di butik udah dua hari dua malam. Padahal hari ini rencananya dia mau pulang,” tandasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…