amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Dana Kelurahan (Dakel) tahun 2021 mengalami penurunan drastis. Hal tersebut dikarenakan menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat dampak pandemi Covid-19.
Kepala BPKAD Kota Serang, Wachyu B. Kristiawan mengatakan, Kota Serang saat ini masih sangat tergantung pada dana transfer. Persentasenya, bahkan hingga 80 persen dari pendapatan Kota Serang.
“Dari Rp1,1 triliun, Rp802 miliar diantaranya merupakan dana transfer atau 89 persen lah. Sementara dari PAD hanya Rp193,2 miliar dan lain-lain pendapatan sah Rp86,6 miliar,” katanya, Senin (30/11/20).
Wachyu mengatakan, terdapat penurunan yang sangat drastis pada dana transfer yang akan diterima Pemkot Serang pada tahun depan. Diperkirakan penurunan dana transfer mencapai Rp58 miliar. “Akibat pandemi seperti yang kami sampaikan, akibat dari penurunan pendapatan nasional,” imbuhnya.
Akibatnya, Lanjut Wachyu, Pemkot Serang akan mengurangi nilai anggaran yang akan diberikan ke setiap Kelurahan yang ada di Kota Serang. “Kelurahan tetap dapat alokasi dari APBD, 5 persen dari pendapatan setelah dikurangi DAK. Permendagri 130 itu mengatur minimal 5 persen dari total pendapatan. Namun tidak sebesar tahun lalu karena tidak adanya DAUT,” jelasnya.
Senada dengan Wachyu, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, terjadi penurunan pendapatan dana transfer. Selain itu, pendapatan asli daerah (PAD) pun mengalami penurunan.
“Dari dana transfer berkurang Rp58 miliar. PAD juga terjadi pengurangan dari Rp220 miliar menjadi hanya Rp190 miliar,” ujarnya.
Maka dari itu, Syafrudin menerangkan dalam perencanaan APBD yang telah disahkan itu, akan benar-benar berfokus pada RPJMD yang telah ditetapkan. Sementara untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi, anggaran penanganan Covid-19 akan dimasukkan dalam pos anggaran APBD.
“Prioritas sama, sesuai RPJMD yang ada terutama pelayanan dasar. Ditambah tahun ini penanganan Covid-19, kalau tahun kemarin menggunakan BTT. Sekarang dianggarkan di APBD,” pungkasnya.
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…