amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Cilegon,- Pembangunan Infrastruktur Jalan Lingkar Utara dianggap belum menjadi kebutuhan dasar masyarakat Kota Cilegon, Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon Ahmad Sudrajat sepakat jika Projek tersebut dievaluasi.
Menurut Ajat, JLU yang diprioritaskan dalam program pembangunan sebelumnya dinilai tidak berdasarkan kebutuhan pelayanan infrastruktur yang mendesak. Jalan di Kota Cilegon khususnya yang melintasi JLU cukup banyak, sehingga warga belum membutuhkan akses jalan tersebut.
“Sepertinya belum yah, belum jadi kebutuhan dasar warga. Saya sepekat saja kalau itu dievaluasi. Kalau dewan tergantung dari pemerintah. Kalau diusulkan yah kita ketuk palu,” katanya, Senin (5/4/2021).
Ajat menjelaskan, pertumbuhan dan kepadatan kendaraan di Kota Cilegon juga belum terlalu parah atau krodit. Sehingga jika alasannya pembangunan JLU adalah memecah kemacetan maka hal itu kurang relevan.
“Kalau di Cilegon kemacetan juga tidak krodit. Jadi enggak berpengaruh. Sebab, walikota yang baru juga akan menganggap hal tersebut tidak terlalu penting,” imbuhnya.
Ia menilai, jika pembangunan tersebut dilanjutkan maka berpotensi mangkrak. Pasalnya, Walikota dan Wakil Walikota Cilegon baru Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta juga akan fokus terhadap realisasi janji kampanye yang akan direalisasikan.
“Pasti mangkrak, susah juga (dilanjutkan). Sebab yang punya program (kebijakan-red) walikota yah,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, oroyek pembangunan JLU sepanjang 12,5 kilo meter diprekdiksi tak akan diteruskan. Sebab, saat ini Helldy-Sanuji sedang mengkaji ulang proyek yang telah menghabiskan seratusan miliar untuk pembebasan lahan sejak 2018 tersebut.(nji)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…