amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
TANGERANG, – Oknum Ketua RW di Perumahan Griya Kencana I, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang nekat menyegel sekolah PAUD, Kamis (18/11/21).
Penutupan lantaran pihak pengelola PAUD yang menggunakan Posyandu Anyelir untuk mengajar disebut tidak mau lagi memberi upeti kepada oknum ketua RW tersebut.
Berdasarkan pengakuan salah satu sumber yang berinisisal B, oknum Ketua RW tersebut meminta Rp750 ribu kepada pengelola PAUD agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). “Ini sudah 11 tahun berjalan tapi baru kali ini diminta oleh oknum itu,” ujarnya di lokasi.
Di lokasi, akibat penutupan itu, 17 anak PAUD tampak sedih. Mereka berkali-kali mendorong pintu ruang kelas untuk bisa masuk.
Namun apalah daya, akses masuk ke Posyandu terkunci dan tertutup rapat. Sampai saat ini pihak pengajar masih menunggu dinas terkait.
Dijelaskan, lokasi PAUD merupakan fasilitas masyarakat di Kelurahan Pedurenan. Sehingga, dirinya enggan membayarkan biaya yang diminta. “Kita bersinergi kok dan sudah tercatat resmi di pemerintahan. Lalu uang ini untuk apa? Ini kan gedung pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap atas adanya kejadian ini pemerintah bisa tegas menindak oknum yang diduga meminta upeti. Terlebih, pendidikan merupakan wadah bagi generasi penerus bangsa. “Kami membantu mencerdaskan anak bangsa bukan mau berbisnis. Jadi tolong pemerintah bisa menindak oknum ini,” ucapnya. (gus/red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…