amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Gawat! 113.800 Warga Kota Bekasi Dicoret dari PBI-JK, DPRD Turun Tangan

Bekasi – Gelombang penonaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai terasa dampaknya di Kota Bekasi. Sebanyak 113.800 peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dinonaktifkan setelah pemerintah melakukan penyesuaian Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti Mukhliso, angkat bicara. Ia mengingatkan agar proses pembaruan data tidak dilakukan secara serampangan. Masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan jangan sampai ikut tercoret hanya karena kesalahan administrasi.

“Penonaktifan ini berkaitan dengan penyesuaian data sosial ekonomi nasional. Ada proses adaptasi karena dikhawatirkan sebelumnya tidak tepat sasaran,” kata Siti belum lama ini.

*Dinsos Diminta Teliti Perbarui Data*

Siti menilai pembaruan data harus dilakukan dengan verifikasi yang benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Ia meminta Dinas Sosial Kota Bekasi bekerja lebih cermat agar tidak menimbulkan masalah baru bagi warga miskin yang membutuhkan layanan kesehatan.

Menurutnya, koordinasi lintas lembaga juga menjadi kunci agar kebijakan penyesuaian data tidak berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Ini jadi catatan bagi Dinsos agar data betul-betul akurat sesuai fakta di lapangan, serta bisa bersinergi dengan dinas lain dan dengan BPJS Kesehatan,” tegasnya.

*Peserta PBI dari APBD Dipastikan Aman*

Siti memastikan bahwa kepesertaan PBI-JK yang dibiayai melalui APBD Kota Bekasi tidak terdampak kebijakan penyesuaian data nasional tersebut. Namun bagi warga yang sebelumnya terdaftar melalui skema PBI dari APBN, ia menyarankan agar segera mengikuti mekanisme reaktivasi jika masih memenuhi kriteria.

Dengan begitu, hak layanan kesehatan masyarakat tetap bisa diakses tanpa hambatan.

*DPRD Pastikan Tidak Ada Pasien Ditolak*

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Komisi IV DPRD Kota Bekasi menyatakan hingga kini belum menerima laporan adanya pasien yang ditolak rumah sakit akibat status kepesertaan JKN yang dinonaktifkan.

Siti bahkan mengaku ikut turun langsung mengawal sejumlah warga yang membutuhkan perawatan medis.

“Dipastikan tidak ada. Saya sendiri sudah mengawal banyak warga ke RSUD maupun rumah sakit lainnya,” ujarnya.

*Pengawasan Layanan Kesehatan Diperketat*

Ke depan, Komisi IV DPRD Kota Bekasi berkomitmen memperketat pengawasan sektor kesehatan. Tujuannya agar persoalan administrasi tidak menghambat hak warga untuk mendapatkan pelayanan medis.

Menurut Siti, program jaminan kesehatan harus tetap menjadi instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa terhalang persoalan data dan administrasi,” pungkasnya.

admin

Recent Posts

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

1 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

1 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

2 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

2 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

4 minggu ago

Perawatan Rutin Pamsimas KKM Sehati, Warga Cikentrung Semakin Terjamin Akses Air Bersih

  PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…

1 bulan ago