amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten jadi korban pelecehan seksual saat tengah mengikuti kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan penemuan kamera pengintai yang tersembunyi ditoilet wanita.
Kasus ini terungkap setelah seorang mahasiswi Untirta mengaku saat dirinya sedang berada di dalam kamar mandi mencurigai adanya kamera pengintai. Kamar mandi tersebut berada di asrama tempat 22 mahasiswa Untirta mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2021.
Mahasiswi yang minta tidak disebut namanya itu menjelaskan bahwa ia merasa curiga dengan keberadaan benda di atas plafon kamar mandi. Setelah diselidiki ternyata kamera pengintai.
Peristiwa tersebut langsung ia sampaikan kepada rekan-rekannya, dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak UNM dan kepolisian setempat.
Terkait kejadian ini, Rektor Untirta Prof Dr Fatah Sulaiman pun angkat bicara. Ia menyesalkan adanya peristiwa tersebut dan ia ingin agar pelaku perekaman video pelecehan seksual itu diproses hukum, demikian dikutip dari tribunnews.com.
“Dengan ini kami mengajukan permohonan adanya penjelasan secara resmi dari pihak Universitas Negeri Makassar terkait kasus dugaan pelecahan seksual yang dialami oleh mahasiswa kami,” kata Fatah, Sabtu 11 Desember 2021.
Ia menyebutkan bahwa pelaku kasus tersebut adalah oknum petugas keamanan kampus UNM. “Diduga dilakukan oleh oknum petugas keamanan kampus yang terjadi pada Rabu, 8 November 2021,” ujarnya.
Selain meminta penjelasan resmi, pihaknya juga meminta UMN untuk melakukan trauma healing kepada mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual serta melakukan pendampingan hukum atas kasus tersebut.
Pihak Untirta pun telah meminta agar UMN memindahkan asrama mahasiswa ke tempat yang lebih aman. (red)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…