amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG, – Kisah satu keluarga yang malang karena tersesat saat menggunakan layanan pemetaan atau Google Maps hingga ke hutan. Sebanyak 4 orang dilaporkan tersesat di hutan yang berada di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (21/1/2022) sekitar pukul 05.00 pagi.
Kabar tersebut viral di Instagram yang diunggah oleh akun @samarindaterkini menjelaskan sebanyak 4 orang yang merupakan satu keluarga tersesat lantaran menggunakan layanan pemetaan.
“Gara-gara ikuti Google Maps, Satu Keluarga Sempat Tersesat di Hutan Muara Badak,” jelasnya dari judul foto yang admin unggah, dikutip dari akun @samarindaterkini, Sabtu (22/1/2022).
Kejadian tersebut dibenarkan Kepala Basarnas Kaltim, Melkianus Kotta. Dari keterangan tulis yang diberikan admin, Melki mengatakan jika satu keluarga yang menjadi korban tersebut, tersesat memasuki hutan.
“Tidak lama setelah keluar dari gerbang tol di Palaran, Samarinda Seberang. Berencana akan menuju Bontang. Namun rupanya, korban akhirnya tersesat. Setelah menggunakan aplikasi Google Maps dan salah mengambil arah jalan, yakni mengikuti jalan tanah di tengah hutan tersebut. Kendaraan yang digunakan amblas,” bebernya, dikutip dari sumber yang sama di hari yang sama.
Warganet yang melihat unggahan tersebut ramai memberikan komentar. Banyak dari mereka yang mengaku, mengikuti arahan Google Maps berasa seperti serba salah. Serba salah memang sih kalo ikutin google maps ni,” ucapnya.
“Nanya GPS dong (gunakan penduduk sekitar) itu yg bener ,” katanya. “Maaf aku ketawa ,” tuturnya. “Kok kalian curhat pengalaman sih?,” tanyanya. (net/red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…