amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Para pedagang sayuran di Pasar Induk Rau (PIR) mengeluhkan naiknya harga cabai rawit yang signifikan. Kenaikan tersebut membuat daya beli masyarakat menurun.
Salah seorang pedagang sayur di PIR, Saiful mengatakan jika kenaikan harga rawit mencapai dua kali lipat dari harga biasanya. “Harga rawit naik, kenaikanya 100 persen, dari harga standarnya di 35 ribu per kilogram sekarang bahkan harga jualnya 75 per kilogram,” katanya saat ditemui di Kiosnya, di Pasar Induk Rau, Jum’at (22/01/21).
Syaiful menduga jika kenaikan dipicu akibat pasokan cabai rawit tersebut yang berkurang. “Mungkin karena permintaan semakin banyak, pasokan semakin berkurang,” jelasnya.
Saiful mengatakan jika dirinya bersama dengan pedagang lainnya biasa membeli cabai rawit dari para bandar. “Cabe kita biasanya berasal dari Tangerang atau Jakarta. Memang harga yang dari sananya naik,” terangnya.
Akibat kenaikan tersebut, lanjut Saiful, pihaknya mengalami kesulitan untuk menjual kembali kepada para konsumen. “Karena harganya naik otomatis konsumen akan menurun, satu sisi daya beli masyarakat saat pandemi ini sangat luar biasa penurunannya,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…