amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SURABAYA – Peristiwa hujan es melanda sebagian Kota Surabaya pada Senin, (21/2/2022). Tak tanggung-tanggung, hujan es yang jatuh sebesar bola kalereng.
“Hujan es batu lur, ngiung-ngiung,” ujar salah satu warga dalam unggahan video tiktok @luvesuroboyo.
Hujan mengguyur Surabaya sejak pukul 12.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 14.50 WIB bongkahan kecil es mulai jatuh di antara derasnya air hujan disertai angin kencang.
Akibat hujan es, pengendara motor terpaksa berteduh mencari tempat aman. Es yang jatuh dan mengenai badan ternyata cukup menyakitkan.
Seperti yang dialami Khoirul Hadi, salah satu pengendara motor yang merasakan sakitnya diguyur hujan es. Ia saat itu hendak menuju ke rumah temannya di kawasan Karah.
Saat diguyur hujan, Hadi merasa tubuhnya sakit seperti tertimpa sesuatu. Semakin lama, rasa sakit itu semakin bertambah. Begitu masuk ke gang kampung, Hadi buru-buru menghentikan motornya dan segera berlari ke arah gapura. Hadi baru sadar ia baru saja kejatuhan gumpalan es.
“Rasanya clekit-clekit, lebih sakit dari hujan. Makanya saya cari tempat yang ada atapnya. Terpaksa berteduh di gapura kampung,” kata Hadi dikutip dari detikJatim.
Hal sama juga dialami Adhif yang saat itu sedang dalam perjalanan berangkat kerja di kawasan Pakal. Adhif tiba-tiba kaget karena helm nya seperti mendapat ketokan keras. Tubuhnya juga terasa sakit.
Ia langsung meminggirkan motornya dan berteduh di sebuah warung kopi. Adhif baru saja sadar ia kejatuhan gumpalan es.
“Koyok disawat kerikil (seperti dilempar kerikil). Pecah kabeh rasane ndas iki (kepala rasanya seperti pecah). klotak klotak klotak,” kata Adhif.
Hujan es mengguyur Surabaya sore ini. Hujan es mengguyur di sebagian besar Surabaya barat seperti kawasan Wiyung, Lontar, Gunungsari, Pakal, Tandes, Manukan, Tanjungsari, Wiyung. (red)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…