amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Tingginya harga minyak curah hingga Rp40 ribu rupiah per dua liternya berimbas pada pedagang. Salah satunya pedagang batagor di Kota Serang. Bahkan membuat omzet mereka turun drastis mencapai 30 persen.
M. Alwani salah satu pedagang siomai dan batagor di Ciceri, Kota Serang mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak empat bulan terakhir ini. Hingga saat ini, harga minyak belum stabil. “Harganya mahal sudah Rp40 ribu per dua liter, kami pedagang kecil terkena imbasnya jelas, karena kebutuhan pokok untuk jualan memasak bahan bahan,” katanya, Rabu (8/12/2021).
Alwani mengaku semenjak harga minyak sayur naik, ia mengaku mengalami penurunan omset hingga 30 persen. Pasalnya, ia tidak mengurangi porsi ukuran siomay dan batagaornya maupun menaikan harganya.
“Engga bisa mengurangi pembelian minyak, karena bahan utama yang penting. Harga juga susah naikinnya karena sudah pasaran satu piring Rp10 ribu. Kami rugi di omsetnya menurun,” ungkapnya.
Biasanya mendapakan keuntungan 70 persen dari omset Rp500 ribu sampai Rp700 ribu rupiah perharinya, saat ini hanya 30 persen, karena untuk membeli minyak. “Kebutuhan perhari kan empat liter untuk berdagang, sekaranf harganya naik penghasilan rata ratanya tetap tentu kepotong harga minyak menurun omsetnya,” ujarnya.
Ia pun berharap ada solusi dari pemerintah setempat soal meroketnya harga minyak sayur maupun curah, agar para pedagang kecil sepertinya bisa berjualan normal dan mendaparkan keuntungan seperti biasanya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…