amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Sebanyak 50 pelaku Industri Kreatif Masyarakat (IKM) mendapatkan pendampingan guna mengembangkan bisnis mereka ke arah digital.
Kepala Dinas Perdagangan Industri dan UKM Kota Serang , Wasis Dewanto mengatakan, hanya 50 pelaku usaha IKM yang diberikan pendampingan oleh untuk meningkatkan omset mereka dimasa pandemi. “Masih belum bisa Kami bina keseluruhannya pelaku kreatif di Kota Serang ini,” ujarnya, Kamis (9/9/2021).
Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan guna pengembangan bisnis ke arah digital. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, pelaku usaha harus menyesuaikan diri dengan penjualan tidak tatap muka. “Artinya ada perubahan strategi perdagangan. Kalau selaras dengan pandemi kan, kesempatan tatap muka dan menjual secara langsung itu terbatas. Apalagi pada saat PPKM kemarin, itu kan sangat mengganggu usaha tatap muka,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pengembangan usaha kearah digital merupakan tuntutan zaman. Karena jika tidak menyentuh ranah digitalisasi, maka mereka akan kesulitan untuk berkembang dan bersaing dengan yang lain. ” Kalau offline, mereka kan harus menyiapkan yang namanya tanah, tempat untuk berdagang, sewa tempat dan lainnya,” jelas Wasis.
Diharapkan, melalui kemampuan digital para pelaku usaha bisa berkembang menjadi marketplace ataupun menjadi reseller bagi pelaku usaha lainnya. Sehingga jaringan usaha mereka menjadi lebih luas. “Memang ini masih belum bisa mencakup semuanya yah untuk didampingi. Cuma insyaAllah ke depannya bakal ada penambahan, enggak cuma 50 pelaku usaha saja,” pungkaanya. (Arr/red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…