amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Ini Penjelasan RSDP Soal Video Corona di Kota Serang

Serang,- Beredarnya Vidio petugas kesehatan dari rumah sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang yang sedang memindahkan seorang pasien dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD) menuju mobil ambulans menghebohkan pengguna media sosial di Kota Serang.

 

Pasalnya, dalam rekaman vidio yang berdurasi 1 menit 4 detik tersebut memperlihatkan petugas kesehatan yang sedang membawa pasien mengenakan pakaian lengkap yakni Alat Pelindung Diri (APD) seperti yang dikenakan oleh petugas yang sedang menangani infeksi virus.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas RSDP Serang Dr. Khoirulanam langsung menggelar konferensi Pers di RSDP Serang. Pihaknya membenarkan jika peristiwa penanganan pasien tersebut memang terjadi di RSDP Serang. Namun, pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan mengenai penyakit yang di derita oleh Pasien Tersebut.

“Untuk penyakit belum bisa memastikan. Tapi kita menggunakan protap infeksius, apakah itu Mers, apakah Covid-19, apakah divteri, karena semua menyerang paru-paru,” katanya saat melakukan wawancara dengan awak media, di RSDP Serang, Selasa (3/3/2020).

 

Khoirulanam mengungkapkan, saat ini pasien sudah di pindahkan ke ruang Isolasi RSDP Serang. Pemindahan tersebut dilakukan sampai dengan keluarnya hasil uji leb dari rumah sakit Sulianti Saroso.

 

“Jam 12 masuk ke ambulans untuk dikirim ke belakang yakni ruang Isolasi dan IGD. Yang ditempati pasien ditutup sementara untuk dilakukan penyemprotan disimfektan sedangkan untuk pasien-pasien yang lain masuk melalui pintu samping ,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Khoirulanam meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak merespon berlebihan terkait vidio yang beredar tersebut.

“Terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan, dan makan makanan sehat yang cukup. Jangan lupa juga untuk berolahraga, agar menguatkan imunitas kita,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala RSDP Serang, Ahmad Setiadi mengungkapkan, penerapan protap infeksius yang dilakukan dalam penanganan pasien tersebut dilakukan lantaran pasien memiliki kecenderungan terpapar penyakit infeksius.

 

“Keluhannya sama dengan flu biasa yakni batuk, pilek, sesak nafas dan ada demamnya. Jadi yang kita pakai protap infeksius karena ada arah ke infeksius,” katanya.

 

Ia mengungkapkan jika pihaknya sudah terbiasa dalam menerapkan protap tersebut dalam penanganan kasus-kasus infeksius. Iapun mencontohkan ketika pihaknya tengah menangani kasus flu burung yang pernah terjadi di serang.

“Dari dulu kita lakukan seperti itu, seperti pas penanganan kasus flu burung,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Ahmad Setiadi menatakan, jika pihaknya belum mengetahui persis penyakit apa yang didetita oleh pasien tersebut. Oleh karenanya, pihaknya masih melakukan pengawasan terhadap pasien tersebut hingga hasil uji leb dari rumah sakit rujukan keluar.

“Belum bisa kita informasikan, Pertama untuk pemeriksaan virus harus dilakukan di RS rujukan yakni Sulianti Saroso, dan ini yang kita lakukan sebagai protap yang digunakan adalah protap infeksius. Jadi apapun yang dilakukan harus berdasarkan hasil dari RS Rujukan itu,” tandasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 hari ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

4 hari ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

5 hari ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

6 hari ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

1 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 minggu ago