amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Kawasan Wisata Mangrove Dikembangkan di Pandeglang

SERANG – Kawasan edu-ekowisata mangrove sedang dikembangkan di Kampung Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Mangrove rencananya ditanam di area seluas 9.500 meter persegi.

Program itu dikembangkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putri Gundul Kampung Patikang.

Direktur Chandra Asri, Edi Rivai mengatakan, sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan, Chandra Asri mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan mewujudkannya dalam program peduli lingkungan sebagai salah satu upaya untuk membantu merawat dan melestarikan bumi tempat dimana kita hidup, sehingga tetap dapat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Upaya pelestarian kawasan pesisir tersebut diharapkan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penerapan nilai Environment, Social and Governance (ESG) dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 13 terkait penanganan perubahan iklim.

“Pengembangan berkelanjutan ini  merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menuju Net Zero Emission di Indonesia melalui penanaman mangrove untuk memaksimalkan blue carbon sebagai bagian dari proses dekarbonisasi,” Katanya, Selasa (8/2/2022)

Tahap I inisiasi pengembangan kawasan edu-ekowisata mangrove telah selesai dilaksanakan, ditandai dengan pembangunan saung edukasi Chandra Asri serta perbaikan trek sepanjang 29 meter dengan memanfaatkan limbah non-B3 milik perusahaan, yakni palet kayu dan inner roll. Selanjutnya secara bertahap Chandra Asri berencana untuk melaksanakan studi analisa kawasan mangrove dan penanaman lanjutan kawasan mangrove untuk perbaikan aspek ekologis.

Sementara dalam aspek sosial-ekonomi, perusahaan akan memberikan pelatihan bagi masyarakat lokal terkait pengelolaan kawasan wisata serta pengolahan produk mangrove serta pendampingan pemasaran dan pengembangan kawasan wisata melalui kolaborasi sinergis dan berkelanjutan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Kerja sama sinergis lintas sektor dengan masyarakat ini juga melibatkan perwakilan pemerintah, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, dalam pengembangan kawasan mangrove diharapkan dapat memberi kontribusi positif pada aspek pelestarian lingkungan serta perbaikan kondisi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kawasan mangrove di wilayah Pandeglang merupakan daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Sebagai mitra pertumbuhan masyarakat, diharapkan melalui program ini perusahaan dapat turut berkontribusi dalam pelestarian daerah pesisir sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat dengan kolaborasi yang terjalin lintas sektor.

Selain itu, potensi wisata mangrove di kampung Petikang, diharapkan menjadi destiniasi wisata baru di kawasan Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, agar perekonomian masyarakat di wilayah penyangga dapat meningkat. (red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 bulan ago