amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
LEBAK,- Dalam rangka menciptakan generasi seniman di bidang musik, Studio Zona Merah (SZM) bakal menggelar festival musik untuk tingkat pelajar.
Kegiatan itu dalam rangka memeriahkan hari jadi Zona Merah yang kedua. Festival digagas berlandaskan dari keresahan golongan anak muda di Bayah yang cenderung melakukan hal negatif.
Mengingat, masih terjadi peristiwa tawuran antar pelajar di tiap-tiap sekolah. Dengan festival tersebut, diharapkan menjadi ajang silaturahmi dalam menyalurkan kreatifiras.
Founder Zona Merah, Tria Adi Wahyudi mengatakan, masih banyak anak muda berbakat di musik yang tidak mendapatkan fasilitas memadai di Bayah.
Menurutnya, bakal ini harus disalurkan dengan benar agar generasi muda tidak melakukan penyimpangan sosial.
“Festival ini berangkat dari kaum milenial di Bayah, bahwasanya kita miris dengan perilaku penyimpangan pelajar yang masih tawuran. Ini sudah nggak zaman, lebih baik kita salurkan lewat musik,” katanya, Minggu (16/10/2022).
Ia menerangkan, musik bisa menjadi wadah dan ruang ekspresi anak muda. Tidak sedikit anak muda di Bayah pandai mengarang lirik.
Bakat-bakat tersebut bisa disalurkan lewat musik. Sehingga kreatifitas dapat meningkat dan lebih positif.
“Ada kok teman-teman kita yang masih pelajar pandai mengarang puisi, lirik. Ini bisa disalurkan untuk jadi lagu,” paparnya.
Tria menyatakan, musik bukan hanya sebatas tentang nada. Musik dapat dijadikan sebagai bentuk otokritik terhadap pemerintah, lingkungan, dan sosial.
“Musik itu bentuk ekspresi, musik bisa dijadikan unkapan kritik yang lebih persuasif. Biasanya keindahan musik lebih bisa diterima masyarakat,” jelasnya
Acara festival akan digelar pada 22 Oktober 2022 pada pukul 20.00 WIB. Bagi band yang juara satu akan dihadiahi recording dan sertifikar. Juara dua diganjar sertifikat.
Selain itu, acara tersebut akan dinilai juri Kodel The Jango, Epith The Jango, dan Barata Yudha Fear Own.
Untuk memeriahkan acara, bakal ada penampilan dari Joni Mania & Friend, Fear Oen, Rise From Laziness, dan BarecellBoy. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…