amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia berencana akan mengalokasikan bantuan untuk anak yatim. Kemensos saat ini tengah menggodog regulasinya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat menyerahkan bantuan di Untuk Pesantren dan Penyandang disabilitas di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jum’at (13/8/2021).
Dalam kunjungannya, Risma menyerahkan bantuan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia) dan tuna sosial dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial untuk 44 penerima manfaat. Selain itu ia juga membagikan alat aksesibilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat pintar, tongkat kaki tiga, walker, serta Al-Quran Braille senilai Rp 120.237.700.
Risma mengatakan, saat ini lembaga yang ia pimpin telah mengajukan program untuk membantu anak-anak yatim yang ada di Indonesia.
“Insya Allah ini sedang proses, kan tidak bisa begitu saja, tetapi harus dituangkan dalam aturan supaya nanti tidak salah. Jadi kami saat ini sedang menyusun konsep itu,” jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan data sementara yang telah di himpun, ada sekitar 4 juta anak yang akan menjadi calon penerima bantuan sosial tersebut. “Ada sekitar 4 juta sekian. Itu data yang ada di kami, belum yang karena covid dan lainnya. Jadi nanti kami akan minta daerah untuk menyerahkan ke kita ril nya berapa,” imbuhnya.
Untuk saat ini, lanjut Risma, pihaknya belum bisa mengkalkulasikan nominal yang dibutuhkan berapa lantaran masih dalam tahap pembuatan konsep penyaluran.
“Tentu anak yang masih bayi, lalu yang sedang sekolah SD, SMP ataupun SMA itu kebutuhannya berbeda. Jadi nanti akan kita buat konsepnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk penyaluran bantuan sendiri ditargetkan akan dimulai dari tahun 2022 mendatang.
“Kemarin sudah berdiskusi dengan ibu Sri Mulyani, 2022 akan mulai penyaluran. Jadi kami masih punya waktu untuk menyusun mekanisme itu,” tandasnya. (Arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…