amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
PANDEGLANG – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus se-Kabupaten Pandeglang kembali menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Pandeglang ke-149.
Dalam aksinya, mereka mengkritik masa kepemimpinan Bupati Irna Narulita dan Wabup Tanto Warsono Arban.
Aksi demo itu digelar di sekitar Tugu Jam dekat kantor Pemkab Pandeglang sore tadi. Mereka menilai tidak ada perubahan signifikan selama masa kepemimpinan Irna dan Tanto. Untuk itu, mereka menyampaikan mosi tak percaya.
“Mosi tidak percaya terhadap pemerintah kabupaten Pandeglang,” kata salah satu massa aksi, Entis Sumantri, Selasa (4/4/2023).
Entis menilai, selama dua periode masa kepemimpinan, Irna-Tanto belum bisa menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat baik dari sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Menurutnya, hal itu menjadi persoalan klasik yang harus segera diselesaikan oleh Irna-Tanto.
“Persoalan klasik, baik pendidikan, kesehatan, baik kesenjangan sosial,” katanya.
Sementara itu, peserta aksi lainnya, Affandi, mengkritik kebijakan Irna-Tanto yang dinilai tidak pro-rakyat, yaitu pengadaan sepeda listrik. Menurutnya, pengadaan sepeda listrik untuk RT/RW terkesan tidak mementingkan rakyat banyak.
Menurutnya, anggaran pengadaan sepeda listrik yang mencapai Rp 38 miliar lebih baik dialokasikan pada penanganan infrastruktur jalan. Dia menilai infrastruktur jalan di daerah pedesaan membutuhkan perhatian dan belum tersentuh pembangunan.
“Yang dibutuhkan oleh masyarakat Pandeglang adalah akses infrastruktur jalan di beberapa desa yang masih belum tersentuh,” ungkapnya. (red)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…