amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Mahasiswa Tuntut Pemerintah Perhatikan Permasalahan Perempuan

Serang,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemahasiswaan melakukan aksi demonstrasi menyoroti permasalahan perempuan yang terjadi saat ini. Aksi tersebut dilakukan guna memperingati hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret kemarin.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, mahasiswa menyampaikan tuntutannya dengan melakukan aksi teatrikal untuk menggambarkan berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan saat ini.

 

Koordinator aksi, Qaulan, mengatakan bahwa kondisi perempuan di dunia, khususnya di Indonesia, saat ini sedang dalam masa krisisnya. Seperti halnya kasus 20 buruh perempuan yang harus rela keguguran karena adanya jam kerja yang tidak manusiawi.

 

“Aksi kami melihat kondisi dan situasi saat ini dari berbagai sektor, seperti sektor buruh perempuan. Kemarin terjadi kasus sekitar 20 orang buruh perempuan telah keguguran karena tetap dipekerjakan pada sift malam,” ujarnya di Alun-alun Kota Serang, Senin (09/03/20).

 

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, yang bahkan berdasarkan catatan Komnas HAM mencapai 400 ribu kasus.

 

“Perihal kekerasan seksual menurut catatan Komnas HAM pada 2019 lalu, ada sekitar 400 ribu lebih kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia. Ini yang harus kita lawan khususnya dalam hari perempuan internasional,” terangnya.

 

Menurutnya, rencana kebijakan Omnibus Law pun juga akan sangat berdampak kepada perempuan, khususnya bagi para pekerja perempuan. Sebab, banyak hak pekerja perempuan yang akan ‘diperkosa’ melalui kebijakan itu.

 

“Karena dalam undang-undang Omnibus Law ini nantinya pemerintah akan menghapuskan yang namanya cuti haid, cuti melahirkan dan upah setara antara buruh perempuan dan buruh laki-laki,” jelasnya yang merupakan anggota KMS 30.

 

Jadi sebagai perempuan, ia menegaskan sudah sepatutnya untuk mengkampanyekan isu-isu perempuan yang ada di Indonesia khususnya di Banten. Namun ia juga mengaku bahwa perjuangan perempuan bukanlah perjuangan identitas yang eksklusif, tapi perjuangan bagi massa luas.

 

“Selain kasus-kasus perempuan kami juga turut bersolidaritas atas kasus-kasus kerakyatan lainnya seperti penggusuran rel kereta, pengaktifan rel kereta api di Pandeglang, kemudian kasus bencana banjir Lebak dan kasus-kasus kerakyatan Geothermal di Padarincang,” tegasnya.

 

Salah satu massa aksi dari LMND-DN Kota Serang, Dede, mengatakan bahwa aksi tersebut diikuti oleh berbagai organisasi, komunitas serta individu perorangan.

 

“Ada komunitas Sudirman 30, Kumala UIN, Kumandang UIN, Perpus jalanan se-Banten dan ada dari individu merdeka. Kebetulan hari ini kami bersatu untuk memperingati momentum Hari Perempuan Internasional,” tandasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

2 minggu ago

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

3 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

3 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

4 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

4 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

1 bulan ago