amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Lebak,- Masyarakat yang tinggal di desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak mengeluhkan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Sajira dengan Muncang. Hal tersebut lantaran penggunaan material yang digunakan dinilai tidak memenuhi standar yang semestinya.
Warga Desa Sajira, Lukman Hakim mengungkapkan, dirinya sangat kaget ketika langsung melihat material-material yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya penggunaan batu yang berasal dari Alung Guradog Kecamatan Curugbitung dinilai tidak layak.
“Batu itu kualitasnya jelek, saya tahu betul batu itu didatangkan dari Alung, dan batu alung itu pernah di tes dan tidak layak untuk dijadikan material bangunan, saya tahu itu,” ujarnya, Rabu (12/2/20).
Lukman mengaku dirinya sudah sempat meminta kepada salah satu pekerja agar mengganti jenis batu tersebut, akan tetapi permintaanya tidak ditanggapi.
“Saya sudah kasih tau ke para pekerja untuk diganti batu itu, malah mereka masih aja pake batu itu untuk pondasinya,” ujarnya.
Pembangunan jembatan dengan menggunakan kualitas batu yang tidak layak tersebut dikhawatirkan lukman akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jembatan itukan nanti dilalui oleh orang orang, ada yang pake motor, mobil bahkan truk pengangkut barang seperti batu tanah pasir dan lainya lewat situ, kalo jembatan itu dibangun pake material yang kualitasnya jelek gimana kalau nanti runtuh atau jebol?, kan ngeri juga,” paparnya.
Lukman mengatakan, beberapa daerah yang memiliki kualitas batu yang sudah melalui tes laboratorium kelayakan malah tidak dipergunakan.
“Padahal ada Batu geblegan yang di muncang, Batu Lebak Niaga di Wates Hamberang Cipanas, yang kualitasnya baik dan sudah di tes dan layak, ini malah pake batu Alung, kan aneh,” katanya.
Lebih lanjut Lukman berharap, kepada pihak terkait agar segera mengganti material batu tersebut dengan menggunakan batu yang berkualitas agar Jembatan tersebut dapat berdiri dengan koko dan kuat.
Diketahui, proyekt tersebut dimenangkan oleh PT. Adhi Karya dan pengerjaannya sudah dilakukan sejak pertengahan Januari 2020 lalu. (Arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…