amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Mayoritas Pedagang Pasar Tamansari Sudah Kosongkan Lapak

SERANG,- Jelang penertiban pedagang yang berjualan di Pasar Tamansari, Kecamatan Serang, Kota Serang, sejumlah pedagang sudah mengosongkan lapaknya. Tercatat sekitar 70 persen pedagang yang sudah mengosongkan lapaknya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, Kusna Ramdani mengatakan, penertiban di Tamansari sudah dilakukan sejak tiga hari lalu dengan cara persuasif. Bahkan sebagian pedagang telah membongkar lapak jualannya secara suka rela atau sendiri tanpa dibantu oleh petugas Satpol PP.

“Mungkin sekarang sudah 70 persen pedagang sudah pindah. Sudah berjalan sejak tiga hari lalu, dan memang kan besok (Tamansari) sudah harus kosong. Jadi kami lakukan secara persuasif,” katanya, Selasa (12/10/2021).

Khusna mengatakan, pasca pembongkaran lapak pedagang, pembangunan pasar taman sari akan mulai dilakukan per tanggal 13 Oktober 2021 menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Iya, besok itu sudah mulai dilakukan pemagaran. Karena kan sudah mulai kosong, pedagang sudah pada pindah. Alhamdulillah pedagang tidak ada yang menolak (relokasi),” ujarnya.

Nantinya, para pedagang di Tamansari akan dipindahkan ke eks Pasar Kepandean, sesuai dengan rapat koordinasi antara Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag).

“Soal relokasi itu perindagkop sudah menyiapkan di pasar kepandean. Jadi penataan pedagang itu di sana, kalau kami satpol pp hanya sebagai penertiban atau eksekutor, kalau pembangunan RTH itu dinas lingkungan hidup,” ucapnya.

Lebih lanjut, Khusna mengaku akan memfasilitasi dan meminjamkan kendaraan bagi pedagang yang melakukan pembongkaran lapaknya secara mandiri.”Tentu, kami bantu. Ada pedagang yang membongkar sendiri kami bantu dan kami pinjamkan kendaraan. Supaya mereka juga tidak merasa dirugikan,” tandasnya.

Sementara itu, seorang pedagang Tamansari Farida mengatakan, sebetulnya para pedagang ingin tetap berjualan di sana. Namun karena pemerintah meminta untuk pindah, maka mereka pun mengikutinya.

“Sebetulnya kami ingin di sini (Tamansari), tapi kalau pemerintah sudah menyiapkan tempatnya kami pun akan pindah,” jelasnya.

Meski demikian, sebagian pedagang memilih untuk pindah ke Pasar Lama dibandingkan ke Kepandean.”Soalnya kalau di sana (Kepandean) diminta uang lagi. Ada yang Rp200.000, ada yang Rp500.000. Memang bilangnya gratis, tapi ternyata bayar,” katanya.

Dia mengku bila sebelumnya, di Tamansari ada oknum yang meminta uang kepada para pedagang sebesar Rp200.000 sampai Rp500.000 dengan alasan memperpanjang pasar.

“Ya kalau kami enggak ikhlas, karena kan kami juga cari uang. Dan uang itu dikemanain kami enggak tahu, setiap pedagang dimintain uang. Kios Rp500 ribu, pedagang emperan Rp300 ribu, katanya buat memperpanjang,” pungkasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

1 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

1 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

2 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

2 minggu ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

4 minggu ago

Perawatan Rutin Pamsimas KKM Sehati, Warga Cikentrung Semakin Terjamin Akses Air Bersih

  PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…

1 bulan ago