amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Media Diminta Jadi Motor Kesetaraan Gender

SERANG,- Media di Kota Serang diminta untuk jadi motor menciptakan kesetaraan gender. Yakni, melalui produk-produk jurnalistik yang memiliki sudut pandang perempuan.

“Secara pribadi saya berpendapat bahwa jurnalisme berperspektif gender yaitu praktik jurnalisme yang berupaya untuk menyebarkan ide-ide mengenai kesetaraan dan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan melalui media apa pun,” kata Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Serang Ratu Ria Maryana, Selasa, (21/6/2022).

Ria mengatakan, media massa memiliki peran yang besar dalam mengkonstruksi masyarakat sehingga gambaran tentang perempuan yang muncul di media jika tidak dikritisi akan dianggap natural, wajar, dan bahkan begitulah adanya.

Padahal, jika saja akses perempuan terhadap media tidak terbatas, banyak yang bisa dilakukan oleh perempuan yang kritis terhadap identitas dan representasi perempuan dalam media.

“Keterbatasan akses itu membuat perempuan menjadi terpinggirkan. wajah perempuan yang sesungguhnya tidak tampak dan suara perempuan tidak terdengar karena terhegemoni oleh kekuasaan dan kepentingan ekonomi yang berbalut nilai-nilai patriarkhal,” ujarnya.

Sekretaris KPPI Kota Serang Musyarrofah saat pembukaan Pelatihan Jurnalistik Perempuan di Pokel Garden, Kota Serang, mengatakan, tujuan dari pelatihan jurnalistik ini adalah agar para perempuan bisa menguasai ilmu jurnalistik. Ilmu membuat berita yang diharapkan dapat dipraktikkan.

Dalam pelaihan yang berlangsung selama 3 hari ini, akan ada narasumber jurnalis perempuan yang tidak hanya menyampaikan pandangan tentang jurnalisme berperspektif gender, melainkan juga mengajari cara membuat berita. Dengan demikian, diharapkan para perempuan bisa menggali potensi mereka, salah satunya potensi dalam dunia tulis menulis.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AKB Kota Serang Mamah Rochmah mengatakan, Pelatihan Jurnalistik Perempuan ini diharapkan tidak hanya dapat mengungkap masalah perempuan, melainkan juga menggali potensi perempuan. Sebab dia yakin, perempuan-perempuan yang ada di Kota Serang merupakan perempuan hebat.

“Potensi perempuan di Kota Serang ini luar biasa. Itu yang harus digali,” katanya.

Mamah mengatakan, selain menggali sumber daya alam, menggali sumber daya manusia juga tidak kalah penting. Inilah yang bisa menjadi “garapan” para perempuan dengan kemampuan jurnalistik yang didapatkan dari Pelatihan Jurnalistik Perempuan.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Muflikhah, jurnalis Banten Pos, mengatakan, saat ini jumlah jurnalis perempuan di Kota Serang, bahkan di Provinsi Banten, masih sangat sedikit. Padahal, dunia jurnalistik merupakan pekerjaan yang terbuka untuk siapa saja, termasuk perempuan.

Padahal, keberadaan jurnalis perempuan penting untuk mengawal isu-isu yang berkaitan erat dengan perempuan. Meskipun dia mengakui jurnalis lelaki sekali pun sudah banyak yang memiliki perspektif gender dan mengangkat isu-isu tentang perempuan. (Arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

2 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 bulan ago