amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada apabila melihat awan berbentuk bunga kol. Karena, awan tersebut berpotensi menyebabkan angin puting beliung hingga sambaran petir.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang, Tarjono mengatakan, fenomena awan seperti itu biasa disebut dengan Awan Cumulonimbus (Cb). “Awan cumulonimbus terbentuk dari siclonik, artinya dari tekanan udara dia membentuk suatu awan, salah satunya awan cumulonimbus,” katanya, Rabu (31/3/2101)
Tarjono mengatakan, pembentukan awan Cb tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Biasanya, apabila ada awan Cb, disertai dengan hujan yang disertai dengan sambaran petir bahkan angin puting beliung.
“Kadang di cuaca cerah pun bisa tumbuh, dia bisa tumbuh sendiri. Selama ada kejadian hujan di sertai petir, ada angin puting beliung, kemudian petir di siang bolong itu berarti ada awan cumulonimbus. Tetapi kalau ada awan cumulonimbus belum tentu terjadi demikian,” jelasnya.
Tarjono mengatakan, ada ciri-ciri fisik khusus yang dimiliki oleh awan Cb, ciri tersebut ialah memiliki bentuk seperti bunga kol. “Ketika kita sudah melihat awan cumulonimbus yang cirinya adalah seperti bunga kol, dari dia berwarna cerah sampai berwarna gelap. Kalau dia gelap berarti sudah matang, nah itu perlu diwaspadai,” imbuhnya.
Meskipun memiliki bentuk yang eksotis, lanjut Tarjono, masyarakat diminta untuk tidak mendekati awan tersebut apalagi berada di bagian bawahnya. Menurutnya hal tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Sebaiknya masyarakat tidak beraktifitas dibawahnya. Karena bisa terjadi puting beliung, sambaran petir, bahkan di dunia penerbangan sangat diwaspadai, karena bisa membalikan pesawat yang sedang parkir,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…