amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Nasib nahas menimpa seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Ratih. Niat hati ingin memperbaiki perekonomian keluarga dengan bekerja di Arab Saudi, ia justru mendapatkan penyiksaan dari majikan dan gajinya selama 5 bulan bekerja belum dibayar.
Diketahui, Ratih merupakan warga Kampung Ketileng RT 02 RW 05 Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Ia diduga mendapatkan penyiksaan dari anak majikannya. Dalam video amatir yang beredar Ia tampak menangis dan minta untuk dipulangkan ke Indonesia.
Selain mengirimkan video, ia juga mengirimkan foto-foto bukti kekerasan yang diterimana ke pihak keluarga. Dari foto itu terlihat jika bagian tubuhnya lebam dan kuku kakinya terluka.
Sang ibu Santinah mengatakan, ia mengaku merasa sangat sedih, lantaran anaknya mendapatkan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi.
“Ya sedih, saya aja engga pernah mukul anak saya, ini sampai lebam-lebam,” katanya, Rabu (7/9/2022).
Sang ibu menceritakan jika mulanya anaknya mendapatkan perlakuan baik dari sang majikan dan gaji yang diberikan lancar. Namun setelah 2 bulan bekerja, anaknya kerap mendapatkan penyiksaan bahkan gajinya selama 5 bulan diduga tidak dibayar oleh sang majikan.
“Awal-awalnya baik gitu, cuman setelah dua bulan ini engga pernah ngirimin buat anaknya. Bahkan saat ini udah putus komunikasi,” jelasnya.
Ia mengaku sempat menghubungi pihak sponsor yang memberangkatkannya. Namun pihak sponsor justru meminta biaya 45 juta kepadanya agar anaknya bisa dipulangkan.
“Ya saya uang dari mana, sehari-hari aja kerja jadi buruh cuci di persada. Ya saya ngomong aja, kalau perempatan tanah di Walantaka kejual baru saya bayar,” Jelasnya.
Ia berharap, agar Ratih dapat dipulangkan kembali ke tanah air. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…