amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Jakarta – Sepiring nasi hangat akan terasa lezat, apalagi jika ditambah dengan lauk pauk yang menggoda. Akan tetapi, banyak orang meyakini bahwa nasi hangat atau panas justru bisa bikin kadar gula darah di dalam tubuh meningkat. Alih-alih nasi panas, konon nasi dingin lebih ‘ramah’ untuk gula darah. Benarkah demikian?
Sebagai informasi, nasi dingin yang dimaksud adalah nasi yang sudah didiamkan beberapa saat pada suhu ruang, sedangkan nasi panas berarti nasi yang baru saja matang.
Nasi yang dibiarkan dalam suhu ruangan cenderung mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi panas yang baru matang. Indeks glikemik yang tinggi ini menyebabkan naiknya gula darah secara cepat dan hal ini cukup berisiko untuk pengidap diabetes.
Pakar gizi, Dr dr Dian Novita Chandra, M Gizi, menjelaskan nasi putih yang sudah dingin juga mengandung pati resisten, sehingga tidak cepat menaikkan gula darah. Sementara nasi panas justru memicu kandungan pati menjadi tak resisten.
“Dengan pati resisten itu dia tidak mudah pecah, jadi tidak cepat menaikkan gula darah,” ucapnya dalam acara Seminar Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat Mengenai Pentingnya Deteksi Dini Retinopati Diabetik dan Perubahan Pola Gizi Pasien Diabetes di Depok, di Kantor Kecamatan Sawangan, Rabu (29/11/2023).
“Kalau orang diabetes itu biasanya makan nasi yang sudah kemarin. Makin lama dinginnya, makin bagus. Biasanya nasi yang sudah kemarin,” tuturnya lagi.
Di samping itu, dokter spesialis gizi, SpGK(K), dr Krisafelfa Sutanto menuturkan, pengolahan nasi putih juga penting diperhatikan. Menurutnya, nasi lebih baik diolah dan dimasak dengan cara di dandang atau dengan dikukus menggunakan alat masak tradisional, daripada menggunakan rice cooker.
“Kalau di dandang bisa kita aduk, kalau rice cooker kan nggak. Jadi lebih indeks glikemiknya lebih tinggi karena tidak diolah sama sekal, nasinya lebih gampang dicerna. Jadi bagusnya yang di dandang, dipanci,” imbuhnya.
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…