amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
TANGSEL – Bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta untuk lebih objektif dalam mengkritik pengelolaan Kota Tangsel. Azizah juga diminta untuk tidak asal menyampaikan statment tanpa dasar yang kuat.
Sebelumnya, Azizah menyampaikan statment pada salah satu media online. Dalam pemberitaan itu, Azizah menilai ada yang sesuatu yang keliru dalam pengelolaan Kota Tangsel. Sehingga, kata dia, masih banyak ditemukan beberapa persoalan di Kota Tangsel.
Menanggapi hal itu, Tim Benyamin-Pilar, Dede Qodrat mempertanyakan lebih rinci statment dari Nur Azizah. “Di mana letak kelirunya? Diskusi akan menarik jika persoalan diurai secara runtut dan rumut, tidak putus-putus dan gak nyambung,” katanya, Selasa (4/8/2020).
Ia juga mengaku tidak menemukan substansi dari berita yang memuat statment Azizah itu. Padahal, kata dia, seharusnya Azizah menyampaikan lebih rinci apa yang ia nilai selama ini keliru dalam pengelolaan Kota Tangsel. “Mungkin lagi euforia, jadi ngomongnya asal,” ujarnya.
Dalam pemberitaan itu, Azizah juga menyampaikan ketertarikannya dengan Kota Tangsel yang multietnis-kultural. Dede menilai, ketertarikan itu sebagai hal yang wajar. Hanya saja, kata dia, pengalaman sebagai birokrat di Kementrian Agama pasti berbeda dengan pengalaman sebagai birokrat di pemerintahan.
Menurut dia, Kementrian yang menangani bidang tertentu akn bekerja di bidang itu saja. Sementara menjadi birokrat di pemerintahan akan menangani semua hal. “Dalam konteks itu saya kira Pak Benyamin dan Pak Muhammad itu linier pengalamannya di birokrasi pemerintahan dengan jabatan yang akan dikonteskan. Hanya tentu tak bisa dibantah Pak Benyamin jauh lebih senior dari Pak Muhammad baik dari sisi angkatan maupun jabatan”, ujarnya.
Dede mengatakan, selama dipimpin Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie, Tangsel sudah menorehkan banyak prestasi. Termasuk salah satunya mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama, tempat Nur Azizah bekerja. Itu dibuktikan dengan penghargaan yang diterima oleh Airin dari Kementerian Agama karena dedikasi tinggi Airin terhadap program Kementerian Agama.
“Saat itu, Menteri Agama Fachrul Razi secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada kepala daerah yang mendukung program Kemenag. Penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel Le Dian, Serang, pada Kamis, (20/2/2020),” ujarnya.
Tidak hanya itu, kata Dede, Menteri Agama juga menilai Airin selalu mendukung toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Tingginya kepedulian terhadap kepentingan agama juga membuat daerah Tangsel dianugerahi Moeslim Choice Award 2019 yang diberikan atas komitmen mewujudkan lingkungan yang lebih religius.
Dari segi kebudayaan, kata Dede, Airin juga menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 pada Bulan Februari 2020. Penghargaan itu diterima di Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (8/2/2020). “Penghargaan itu diperoleh karena Airin dan Benyamin dalam konsep dan pembangunannya senantiasa melibatkan dan menjadi kebudayaan sebagai pijakan,” terangnya.
Menurutnya Dede, Nur Azizah sudah keliru karena menyampaikan pengelolaan Tangsel yang keliru tanpa menyampaikan lebih rinci persoalannya. Kata dia, jangan sampai muncul tagline baru di pilkada Tangsel ini, kekeliruan dalam kekeliruan. “Semangat ingin memajukan Tangsel itu bagus, tentu semangat saja tidak cukup. Butuh pengalaman, pengetahuan dan keterampilan memerintah yang lengkap,” ucapnya.
“Saya kira Pak Ben adalah tokoh yang pas dan lengkap. Ia mantan birokrat yang cukup senior dan disegani. Pak Ben juga politisi yang ramah, lurus dan pekerja yang ulet. Pak Ben paham bagaimana menjadikan Tangsel sebagai rumah bersama seluruh warganya. Pak Ben mengerti bagaimana melanjutkan penataan Tangsel agar menjadi kota kita, kota yang nyaman untuk tinggal, nyaman untuk sekolah dan kuliah, enak untuk berbisnis atau bekerja, aman damai dan asri,” imbuhnya. (Tiqo)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…