amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

P3M, Prodi Pendor dan PAUD STKIP Syekh Manshur Sosialisasikan Permainan Tradisional di Masa New Normal

PANDEGLANG- Dalam rangka menyambut New Normal Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Prodi Pendidikan Guru Olahraga (Pendor) dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PAUD) dan STKIP Syekh Manshur Pandeglang sosialisasikan permainan tradisional ke berbagai desa di Pandeglang.

Kepala P3M STKIP Syekh Manshur Minhatul Ma’arif, kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di dua prodi tersebut.
“Sosialisasi permainan tradisional dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam mengaplikasikan beberapa mata kuliah yang selama ini dipelajari secara daring yaitu bermain dan permainan anak pada Prodi PAUD dan permainan anak tradisional pada Prodi pendidikan olahraga,” kata perempuan yang biasa dipanggil Mia tersebut, Senin (13/7/2020).
Lebih lanjut Mia menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat tepat dilakukan dalam menyambut New normal sebagai alternatif bagi anak-anak usia dini dalam mengisi waktu luang. Selama ini hasil riset P3M ketergantungan anak terhadap gawai di masa pandemi sanga tinggi.
“Saya berharap kolaborasi kedua Prodi tersebut dengan mata kuliah yang serupa dapat membantu permasalahan pada anak usia dini di masa pandemi ini,” kata ibu satu anak ini.
Terakhir Mia menjelaskan, kegiatan sosialisasi permain tradisional ini dilakukan oleh mahasiswa dan dosen di lingkungannya masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa dengan mensosialisasikan permainan tradisional di lingkungannya sendiri,” kata Mia.
Kaprodi Pendor, Idris Supriadi menambahkan, permainan anak tradisional merupakan salah satu mata kuliah favorit pada Pendidikan Olahraga. Mata kuliah tersebut mampu merevitalisasi permainan tradisional yang kini sudah mulai tergeser oleh gawai. Lebih lanjut Idris menjelaskan bahwa dengan memainkan perminan tradisional, saraf motorik anak dapat dilatih dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang bersifat rangsangan yang dilakukan secara rutin.
“Goal dari mata kuliah ini saya ingin mahasiswa dapat merevitalisasi dan mensosialisasikan permainan tradisional di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan bermain permainan tradisional seperti lompat karet, bentengan, congklak, engkle dan lain sebagainya akan mampu mengembangkan saraf motorik anak asal dilakukan secara rutin.”
Senada diungkapkan Kaprodi PAUD, Badri Munawar. Ia berharap kegiatan ini mampu mengalihkan kebiasaan bermain gawai pada anak usia dini serta menjadi alternatif bagi orang tua di masa new normal agar tidak dengan mudah memberikan gawai pada anak-anak sebagai pengalihan dari sikap emosionalnya.
“Saya berharap anak-anak usia dini tidak memfokuskan dirinya dengan smartphone, karena hal itu dapat membuat anak bermalas-malasan ketika waktunya belajar. Untuk itu harapan besar saya kepada orang tua, yaitu mereka dapat memberikan pemahaman kepada anak agar tidak dibiasakan diberi gadget sebagai alat untuk mengalihkan perhatian anak ketika menangis, marah-marah, atau ketika orang tua sibuk,” tandasnya. (Tiqo)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

4 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

4 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

4 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

4 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

4 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

5 bulan ago