amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Pedagang Pasar Rau Tak Setuju Kebijakan Pajak Sembako

SERANG – Para pedagang di Pasar Induk Rau mengaku keberatan terkait rencana kebijakan penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) sembako. Karena, akan berimbas pada harga jual dan daya beli masyarakat.

Nissa, salah satu pedagang beras di Pasar Induk Rau mengaku tidak setuju apabila aturan itu diberlakukan. Menurutnya saat  ini saja penjualan untuk pedagang yang memiliki ruko didalam sudah.

“Sekarang mah susah kalau yang didalem, masyarakat rata-rata belanjanya yang diluar aja, lebih simpel gaperlu bayar parkir kan. Apalagi sejak pandemi seperti sekarang ini kondisi ekonomi masyarakat sedang susah,” katanya saat ditemui di rukonya, Jum’at (11/6/2021)

Menurutnya, dirinya selalu pedagang mengaku sangat keberatan apabila komoditas yang ia jual dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

“Kalau kita sebagai pedagang ya mending jangan dipajakin lah, apabila aturan mengenai pajak itu diberlakukan nantinya akan berimbas kepada harga dan juga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Senada dengan Nissa, Edo pedagang daging ayam potong di pasar induk rau juga merasa keberatan. Menurutnya, penjualannya selama pandemi COVID-19 ini sudah terasa sulit.

“Orang buat beli beras ini sekarang susah, masa mau ditambah pajak. Nambah susah aja nanti. Mending yang dikasih pajak mah perusahaan yang gede-gede aja sih ga usah ngurusin pedagang kaya kita,” jelasnya.

Menurutnya, pada saat ini, kondisi penjualan sangat amat menurun. Bahkan untuk membayar biaya sehari-hari saja dan untuk membayar kontrakan dirinya harus memutar otak terlebih dahulu.

“Kita buat bayar kontrakan saja udah susah mas, masa ini mau dipajakin lagi. Padahal mobil-mobil aja sekarang dapet relaksasi pajak,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pembeli yang sedang berbelanja aya potong, Tati mengaku juga ikut keberatan apabila aturan tersebut diberlakukan. Dirinya yang sering berbelanja ayam potong di tempat itu mengatakan jika aturan tersebut dirasa akan memberatkan masyarakat lantaran berimbas pada harga jual.

“Keberatan lah kalau nanti ini ada pajaknyamah, kita sih inginnya pemerintah mengaji ulang aturan itu. Kondisi masyarakat kan saat ini lagi susah, masa mau dibebankan lagi pajak buat beli bahan pokok,” tandasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

2 minggu ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

3 minggu ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

3 minggu ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

3 minggu ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

3 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

1 bulan ago