amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Walikota Serang Syafrudin bersama jajaran meninjau langsung dua tempat yang terjadi longsor dan banjir akibat curah hujan tinggi pada Selasa malam hingga Rabu kemarin. Dua tempat itu diantaranya, longsor di Perumahan Graha Asri, Kecamatan Serang dan banjir di Komplek Ranau Estate di Kecamatan Taktakan.
Syafrudin mengatakan, untuk di Perumahan Graha Asri itu ada dua kejadian yakni longsor dari luapan kali Cibanten dan satu pohon tumbang.
Kata dia, kali Cibanten ini sebetulnya penangannya dari Satker Balai Besar (C3), akan tetapi itu juga tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. “Kalau secara fisik itu ada di Satker (C3). Akan tetapi kami akan mengambil langkah, karena yang saya liat tadi, saluran dari warga itu turun air langsung ketanah. Jadi tanpa ada pasangan drainase atau solokan. Itu langkah kami yang akan dilakukan,” kata Wali Kota Serang kepada awak media, Kamis (4/2/2021).
Kemudian untuk penanganan selanjutnya, pihaknya akan membuat bronjong karena tidak mungkin dibuat saluran. “Akan segera kami ajukan atau usulkan, mudah-mudahan ditahun 2021 ini sebelum musim panas sudah ada langkah dan InsyaAllah kewajiban Pemkot akan kita coba dibuat pasangan sehingga air itu tidak ketanah,” jelasnya.
Untuk titik kedua, terkait banjir di Komplek Ranau Estate, pihaknya mengatakan bahwa, ada saluran sungai yang tersumbat dan ada TPT yang jebol sehingga mengakibatkan air meluap ke komplek. “Ada juga penyempitan kali. Ini tanggungjawab kami, mudah-mudahan Minggu ini kita akan adakan normalisasi,” ungkapnya. (Nji)
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…