amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai melakukan vaksinasi bagi penyandang disabilitas. Hal itu guna menciptakan kekebalan tubuh secara kelompok dan pandemi Covid-19 segera usai.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Budi Darma mengungkapkan, masih banyak penyandang disabilitas yang takut disuntik vaksin. Hal itu akibat dari kurang edukasi tentang manfaat vaksinasi.
Menurutnya, perlu ada metode khusus tentang penyampaian manfaat vaksinasi bagi tubuh kepada penyandang disabilitas, tidak dapat disamakan dengan masyarakatpada umumnya.
“Edukasi kepada disabilitas nggak sembarang juga. Yang meyakinkan harus dari kaum (yang mengerti kondisi) mereka. Bentuknya video sosialisasinya,” katanya saat diwawancara, Kamis (19/8/2021).
Bahkan, kata dia, ada yang kabur saat tim hendak memberikan vaksinasi. Selain itu, ada beberapa penyandang disabilitas yang melawan karena tak mau divaksinasi.
“Tagana datang lari takut, ada yang melawan juga, ada keluarganya pemaksaan. Makanya harus sosialisasi, biar komunikasinya baik. Takut dan merasa gak perlu. Paling sulit ke disabilitas mental,” ungkapnya.
Ia menerangkan, capaian vaksinasi terhadap penyandang disabilitas baru sampai 6 persen atau 1062. adapun target semuanya 18 ribu.
“1062, itu 6 persen dari target. Tangerang belum klop antara Dinkes dan Dinsos,” terangnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…