amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Petugas Temukan Hewan Kurban Sakit Dijual di Kota Serang

Serang,- Petugas gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Serang dan Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan pemeriksaan ke lapak-lapak penjual hewan qurban di Kota Serang. Hasilnya, di salah satu lapak, petugas memukan lima ekor hewan yang sakit dan meminta pedagang untuk memisahkannya agar tidak menular ke hewan yang lain.

Kabid Kesehatan hewan (Kesian) Kesehatan Masyarakat Peteriner (Kesmapet) Distan Provinsi Banten, Ari Mardiyana mengatakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya menemukan penyakit yang lazim pada hewan dan cenderung tidak berbahaya bagi manusia

“Penyakit yang sering dan masih bisa diatasi itu Orep, kudis dan flu. Itu rata-rata karena perjalanan dan penyesuaian makanan,” katanya, Jum’at (9/7/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di salah satu lapak, lanjut Ari, pihaknya menemukan 5 ekor hewan yang tengah sakit ringan. Ia pun meminta pemilik lapak untuk memisahkannya.

“Tadi yang orep ada, yang mencret ada sudah di pisahkan yang batuk juga ada. Tadi jumlahnya kalau saya pribadi ngitung ada 5 ekor, yang paling parah yang diare tadi satu ekor. Itu sudah dipisahkan di sana,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun penyakit itu cenderung tidak membahayakan bagi kesehatan manusia, namun dapat mengurangi kesempurnaan dalam berqurban.

“Sebenarnya rata-rata yang kita temukan sih bukan penyakit yang dapat menular ke manusia, cuman kalaupun memang misalnya hewan yang dijual itu sakit, dapat mengurangi kesempurnaan berkurban,” jelasnya.

Lebih lanjut ia berpesan kepada para pelapak yang hendak memberikan pengobatan kepada hewan ternak nya untuk tidak menggunakan anti biotik.

“Kalaupun misal dibutuhkan pengobatan, hanya diberikan pengobatan luar saja, tidak boleh diberikan anti biotik secara oral sehingga ataupun injek, karena dapat menyebabkan resistensi,” pungkasnya.

Sementara itu, PLT Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Serang, Imam R. H menjelaskan, kegiatan pengecekan merupakan kewajiban distan setiap tiba idul adha.

“Kewajiban kita berdasarkan aturan ketentuan pusat untuk mengawasi kegiatan perdagangan hewan qurban ini, jadi kita disini untuk memantau kesehatan, hewannya, kemudian administrasi surat-surat yang terkait dengan legalitas dan karena saat ini sedang pandemi covid, protokol kesehatan juga kita mohonkan kepada para pelapak,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk kegiatan itu sendiri, pihaknya telah membagi beberapa tim gabungan yang berasal dari distan kota dan provinsi Banten.

“Kami membagi tim, kebetulan untuk monitoring ini tim dari dinas pertanian kota ada tiga tim, kemudian dibantu oleh dintan provinsi. Selesai sampai dengan pelaksanaan qurban, dibagi dalam beberapa waktu,” pungkasnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 minggu ago

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

3 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

4 minggu ago

Distan Banten Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Swadaya demi Pertanian Berkelanjutan

PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…

4 minggu ago

Nahkodai PBSI Pandeglang Periode 2026–2030, Muhamad Syahrul Siap Gali Potensi Atlet Daerah

PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…

1 bulan ago

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

1 bulan ago