amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
PANDEGLANG – Salah satu warga Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, mendapatkan intimidasi dari kepala desa setempat karena posting foto jalan rusak di akun facebook pribadinya.
Menurut informasi, hal itu berawal setelah pemilik akun Rudye Putra Alidiansyah menuliskan keterangan dalam foto postingannya. “Maaf bantu bagikan kecamatan sebelah Angsana supaya terlihat oleh Kades, Camat khususnya Kades Cipinang mau ngabuburit juga malas kalau kondisi jalan seperti ini,” ungkapnya dengan menggunakan bahasa sunda.
Postingan tersebut mendapat komentar pedas dari akun facebook Abangtompel yang diketahui adalah akun pribadi kepala desa Cipinang. “Balaga dia a**ng” (belagu kamu a**ng),” komentar Kades tersebut menjadi viral di media sosial.
Pemilik akun Rudye Alidiasnyah mengaku, tidak menyangka jika postingan tersebut menuai kontroversi dan perhatian teman facebook hingga sampai menarik Kades untuk berkata kasar melalui komentarnya.
“Awalnya saya posting jalan itu di share sama teman terus dia marah gak terima. Padahal kan kenyataan. Dia gak terima, saya juga sama di bilang anjing,” katanya.
Rudi menilai, sebagai warga negara berhak bersuara terkait pembangunan di desanya karena jalan merupakan keluhan utama yang dirasakan warganya.
“Harusnya seorang pemimpin kan mengayomi rakyat. Ini mah malah mencaci dengan kata-kata kasar. Rencana hukum pastinya tapi mau minta persetujuan warga dulu,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).
Sementara itu, Camat Angsana, Arif Mahfud mengatakan, pihaknya memanggil kepala desa untuk menyampaikan permohonan maaf terhadap orang yang dicaci maki dan memastikan untuk pembangunan jalan di desa tersebut akan segera dilakukan pada tahun depan.
“Sudah dipanggil sama saya jaronya terkait itu, bahkan disalahkan sama saya ga boleh begitu teguran sampe maki-maki orang dengn bahasa yang kurang pantas, Bahkan disuruh minta maaf sama saya itu ke orangnya,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Ia mengatakan, untuk persoalan pembangunan jalan dirinya masih berupaya agar segera terbangun, “Kalau untuk panjang jalan yang rusak itu sekitar tujuh kilometer yang rusak, dari Cipinang sampai ke Kadu Badak, saya juga berharap jalan itu semuanya segera terbangun,” ujarnya. (Ahm)
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…