amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
CIREBON – Pria asal Kebumen, Jawa Tengah, nekat mudik dengan bersepeda dari Serpong, Tangerang Selatan agar bisa lebaran dengan sanak saudara.
Aturan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah tak menghalangi Ageng Satriya, pulang ke kampung halamannya. Ageng mengayuh sepedanya seorang diri dengan membawa serta peralatan kerja hingga burung peliharaannya sejak Jumat (7/5/2021).
Dia juga tidak khawatir dengan sejumlah penyekatan di beberapa wilayah karena berhasil lolos tanpa mendapat pemeriksaan.
Saat tiba jalur pantura Plered, Kabupaten Cirebon pada Minggu (9/5/2021) pagi, pemudik ini sudah tiga hari malam di jalan.
Selama di perjalanan Ageng selalu beristirahat untuk sekadar melemaskan otot-otot yang tegang. Selain itu juga waktu istirahatnya digunakan untuk memeriksa kondisi sepeda, dari mulai pedal, stang hingga rem.
Jika ditemukan kendala dia pun sudah siap dengan peralatan yang dibawanya. Segala persiapan dilakukan pria tiga anak ini guna memperlancar mudik dengan sepeda.
“Bus tidak ada, travel juga tidak beroperasi. Ya sudah saya pakai sepeda, pelan tapi pasti. Selama di perjalanan alhamdulillah tidak ada kendala,” kata Ageng di sela-sela istirahatnya di jalur pantura Cirebon, seperti dilansir dari INews, Selasa (11/5/2021).
Dia memperkirakan dalam beberapa hari ke depan bisa sampai ke kampung halamannya di Kebumen. Terpenting saat perayaan Lebaran atau salat Id, dia sudah berada di rumah bersama keluarga.(red)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…