amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}figure.acss2676c{max-width:300px;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Pandeglang- Puluhan siswa Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin (YPI Al-Mukmin) yang terletak di kampung Leuwimuja, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di gubuk bambu hasil swadaya masyarakat. Hal tersebut dikarenakan ruang kelas yang biasa digunakan untuk proses KBM rusak parah sehingga tidak dapat digunakan.
Salah satu guru pengajar di YPI Al-Mukmin Ustad Rusdi mengungkapkan, sekolah tersebut telah berdiri selama 15 tahun dan telah mengeluarkan banyak alumni. Namun belum pernah medapatkan perhatian dari Pemda, Depag, maupun pemerintah pusat.
“Al hasil kami para guru dan masyarakat sering bekerja sama memperbaiki bangunan, namun terkendala biaya dan bahan bangunan, sehingga kami memperbaiki alakadarnya” ungkapnya, Jum’at (11/10/2019).
Lebih lanjut Ustad Rusdi berharap, adanya bantuan dari pemerintah untuk pembangunan sekolah tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat kondusif kembali.
“Saya berharap sekolah ini mendapatkan bantuan dari pemerintah, agar kegiatan belajar mengajar bisa kondusif”, katanya.
Sementara itu, Serda Eri Piatna Babinsa Koramil 16 Cikeusik mengaku sangat prihatin dengan keadaan sekolah tersebut. Ia berharap adanya bantuan dari pihak terkait untuk pembangunan sekolah tersebut. “saya berharap pemerintah terkait bisa memberikan bantuan pada sekolah ini”, katanya.
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…