amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Kecewa karena tidak mendapat bantuan dari Pemkot Serang, puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) Lingkungan Ciawi, Kelurahan Cipare, Kecamata Serang, mendukung aksi mahasiswa yang melaksanakan aksi di Depan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang.
Berdasarkan pantauan, puluhan IRT mendukung mahasiswa agar semangat saat demo “Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa,” suara warga yang memberikan semangat kepada mahasiswa. Terpantau, saat mahasiswa memblokade jalan utama IRT ikut dalam barisan masa aksi.
Salah satu IRT, Susilawati mengaku, tidak pernah mendapat bantuan yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah. “Gak dapet kita satu RT, padahal kita udah pada ngumpulin data KK dan KTP” ujarnya kepada Digdayamedia.id, Jum’at (12/06/20).
Dia mengaku, kecewa karena kurang diperhatikan pemkot serang selama masa pandemi berlangsung. Menurutnya, penghasilan suaminya yang berprofesi sebagai sopir angkot menurun drastis. “Kita sangat kewalahan mas, penghasialn suami terdampak akibat covid ini,” tandasnya
Senada dengan Susilawati, Armanah (78) seorang janda lansia yang tinggal sebatang kara dilingkungan Ciawi Rt 06 Rw 13 mengaku bahwa mereka sama sekali tidak mendapatkan bantuan baik JPS, BST maupun bantuan lainya. “Gak dapet sayamah de dari kemarin juga,” tuturnya.
Armanah menceritakan, sempat menangis karena kekurangan makan bersama dengan anaknya yang tinggal bersamanya. “Pas waktu ramadan juga saya nangis aja karena gak dapat bantuan jadi susah makan juga,” terangnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…