amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang sedang merancang sekolah tatap muka untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Itu untuk memfasilitasi siswa dan siswi yang hendak menghadapi Assesment.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasiat Dewanto mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu berakhirnya masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang saat ini masih berlangsung di Kota Serang.
“Iya betul, jadi kita masih PSBB sampai tanggal 20, kalau PSBB jelas jangankan di Sekolah di masyarakat saja di batasi,” katanya saat diwawancarai melalui sambungan telepon seluler, Selasa (17/11/20)
Wasis mengatakan, untuk memulai pembelajaran tatap muka, pihaknya membutuhkan masukan dari berbagai unsur terlebih akan menghadapi assesment pada 2021 mendatang.
“Sedang kita rundingkan dengan K3S dan para pengawas, mereka sedang membuat formulasi jadi artinya jangan sampai anak-anak ini yang dari bulan Juni ini tidak belajar,” jelasnya.
Rencananya, lanjut Wasis, pembelajaran tatap muka akan dikhususkan untuk kelas 6 SD dan kelas 3 SMP. Hal tersebut agar anak-anak dan orang tua tidak merasa kebingungan dalam menghadapi assesment.
“Kita sudah laporan ke pak wali, inginnya kelas 3 atau 9 dan kelas 6. Mereka mau ujian orang tuanya bingung, tidak punya jawab treatment nya bagaimana nanti tunggu sampai PSBB berhenti dulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wasis berharap agar masyarakat mendukung penuh langkah yang diambil oleh Pemkot Serang. Ia juga berharap agar kasus COVID-19 di Kota Serang dapat segera menurun.
“Kita inginnya Masyarakat mendukung kalau kita laksanakan pengaturan atau bantuan kepada siswa kelas 9 dan 6. Ya kita tunggu perkembangan itu, yang normalkan di zona kuning belajarnya, Kalau zona tidak kuning kuning langkahnya seperti apa, strategi,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…