amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Soal Pembatalan Haji, Kemenag Dinilai Kurang Diplomasi dengan Arab Saudi

JAKARTA – Politisi PKS Tifatul sembiring mengomentari keputusan pemerintah untuk tidak memberangkatkan haji 2021. Sedangkan di sisi lain ada narasi yang membandingkan keputusan pemerintah Indonesia ini dengan Malaysia yang mendapat 10.000 kuota haji.

“Coba lobby diplomasi dengan Saudi dulu, pak Menteri. Memang kuota dibatasi, ajak bicara mrk. Kasihan yg sudah antri 10 tahun dsb. Rukun Islam ke 5 ini. Malaysia malah dapat quota tambahan, kok bisa…,” tulis Tifatul dalam akun Twitternya, @tifsembiring, dilansir detik.com, Jumat (4/6/2021).

Lantas, bagaimana fakta dari kuota haji tambahan yang didapat oleh Malaysia?
Malaysia memang mendapat tambahan 10.000 kuota haji dari pemerintah Arab Saudi. Namun penambahan kuota haji Malaysia ini hanya berlaku saat kondisi ibadah haji sudah pulih seperti sediakala.

“Kita sudah dapat keputusan baik persetujuan apabila keadaan pandemi Covid-19 sudah pulih sepenuhnya, kuota haji ditambah 10.000 orang dari jumlah yang ada,” kata Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassindi seperti lansir Antara, 10 Maret 2021.

Tambahan kuota ini diperoleh usai PM Muhyiddin bertemu dengan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Istana Yamamah, Riyadh, Arab Saudi.
Kuota resmi haji bagi jamaah Malaysia tadinya sejak 2020 adalah 31.600 orang meningkat dibanding kuota tahun sebelumnya sebanyak 30.200 jemaah.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, Indonesia sudah lebih dulu mendapat ekstra 20.000 kuota haji yang merupakan ‘hadiah’ dari kerajaan pada tahun 2016. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Abdul Djamil saat itu meminta pembahasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) dipercepat.

“Kita harus melakukan proses-proses itu lebih dini, misalnya evaluasi harus sesegera mungkin. Begitu selesai Oktober harus dilakukan pada akhir bulan. Kita mohon teman-teman dari DPR pembahasan BPIH dilakukan seawal mungkin,” tutur Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji Daker Makkah, Jumat (9/10/2015).

Indonesia sendiri pada April 2019 mendapat kepastian tambahan kuota haji 2019 sebanyak 10 ribu. Sejatinya, yang diminta ke Raja Salman mencapai 29 ribu, sehingga bisa genap 250 ribu.

Namun tambahan kuota yang disetujui ternyata hanya 10 ribu sehingga total kuota haji Indonesia pada 2019 mencapai 231 ribu dengan rincian 214 ribu haji reguler dan 17 ribu haji khusus. Kuota haji Indonesia masih yang terbesar di dunia.

Maka membandingkan kuota haji tambahan pemerintah Malaysia dengan pembatalan haji Indonesia tidak pas. Pasalnya, kuota haji Malaysia berlaku jika kondisi ibadah haji di tengah Corona ini sudah pulih. Narasi yang membandingkan Indonesia dan Malaysia ini bisa dikategorikan sebagai disinformasi.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan Indonesia tidak memberangkatkan haji 2021. Salah satu pertimbangan pemerintah tidak memberangkatkan haji adalah Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Selain itu, akibat pandemi COVID-19, Arab Saudi belum mengundang Indonesia untuk menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan haji.(red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

6 hari ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 minggu ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

1 minggu ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 minggu ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

1 bulan ago