amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) melakukan survei pendapat kepada warga tentang kebijakan karantina wilayah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Survei tersebut, dilakukan sejak tanggal 28 Maret hingga 31 Maret 2020 dengan 237 responden mengisi kuesioner secara online.
Ketua PWKS, M. Tohir menjelaskan, sebanyak 76 persen warga setuju agar pemerintah melakukan karantina wilayah di daerahnya. “Sebanyak 12,24 persen menyatakan masih ragu-ragu dan 10,97 persen menyatakan tidak sepakat dengan karantina wilayah,” ungkap Tohir, Rabu (01/04/2020),
Diketahui, responden tertinggi yang setuju untuk dilakukan karantina wilayah berasal dari Kabupaten Tangerang dengan persentase 91,30 persen. Sedangkan, responden tertinggi yang menolak adanya kebijakan karantina wilayah berasal dari Kota Cilegon dengan jumlah 27,27 persen. “Responden yang masih ragu-ragu tertinggi di Kota Tangerang Selatan dengan jumlah 27,27 persen,” lanjutnya.
Sementara itu, sebanyak 86,50 persen responden sepakat karantina wilayah jika pemerintah memenuhi segala kebutuhan jika terjadi karantina wilayah, 8,44 persen menyatakan ragu-ragu dan 5,06 persen tidak sepakat.
“Dari hasil survei, mayoritas masyarakat merasa saat karantina wilayah pemerintah perlu untuk memenuhi kebutuhan dasar yang merupakan amanat dari Undang Undang,” ujar Tohir.
Sementara itu, Sekretaris PWKS Tusnedi menyampaikan, Sebagian besar masyarakat meminta agar pemerintah melakukan karantina wilayah dan warga turut serta untuk membantu pemerintah dalam memberikan kebutuhan selama masa karantina. “56,96 persen menyatakan sepakat masyarakat turut serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar saat terjadi karantina wilayah, 22,36 persen menyatakan tidak sepakat, dan 20,68 persen menyatakan ragu-ragu,” tuturnya. (arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…