amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
KALIMANTAN – Setelah Tanah Air digegerkan dengan kasus Arteria Dahlan yang dinilai telah melecehkan Bahasa Sunda, media sosial kembali dibuat heboh dengan video Edy Mulyadi yang diduga melakukan ujaran kebencian yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak hingga menjadi trending topic Twitter.
“Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” ujar Edy seperti dikutip dalam video viral yang beredar.
Menanggapi hal itu, masyarakat sontak geram dan meramaikan tagar #WargaKalimantanBukanMonyet hingga menjadi trending topic Twitter pada Senin (24/1/2022) siang. Lebih dari 20.000 kicauan dari berbagai kalangan yang turut menyerukan tagar tersebut.
Lebih lanjut ia mempertanyakan siapa target pasar yang akan menghuni di Penajam Paser, Kalimantan Timur itu. Lantas ia menyebut apabila pasar penguhuninya kuntilanak dan genderuwo, mengapa harus membangun IKN di Kaltim.
“Sampean tinggal di mana? Mana mau dia pindah ke Gunung Sahari pindah ke Penajam sana untuk tinggal di sana, untuk jadi Ibu Kota baru. Mana mau,” kata Edy sambil bertanya ke orang di sebelahnya.
Lantas, siapakah sosok Edy Mulyadi?
Dilansir berbagai sumber, diketahui bahwa Edy Mulyadi adalah seorang wartawan senior di Forum News Network (FNN), media massa milik PT Forum Adil Mandiri. Media ini sebelumnya dikenal dengan nama Majalah Keadilan.
Edy tercatat lahir di Jakarta, pada 8 Agustus 1966. Sebelum berkarier di FNN, Edy diketahui bekerja di Harian Neraca dan terdaftar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 22 Mei 1995.
Selain sebagai wartawan, Edy juga menjabat sebagai Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Edy Mulyadi sempat terjun ke dunia politik juga dalam Pemilihan Legislatif 2019 sebagai anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun gagal.
Edy juga merupakan seorang youtuber pemilik akun Bang Edy Channel. Akunnya sempat viral setelah mengunggah konten pada 9 Desember 2020 soal penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI). (Red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…