amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
TANGERANG, – Sampah bagi sebagian orang tidak ada harganya. Tapi, di tangan Mikha Suparmin UMKM Matahari 2, limbah sampah plastik dapat menjadi kerajinan tangan berupa tas, tikar, dan produk-produk lainnya yang dapat digunakan kembali.
Bermula dari mengumpulkan sampah plastik yang sudah dikonsumi di rumahnya, ia berinisiatif untuk mendaur ulang sampah-sampah tersebut. Setelah terkumpul dengan jumlah yang cukup banyak, ia langsung mengubahnya menjadi barang-barang baru.
“Awalnya, setiap setelah mengonsumsi sesuatu yang ada kemasan plastik saya kumpulkan dulu. Sekarang, saya nitip juga ke warung-warung untuk memisahkan kemasan sachet bekas minuman. Nanti, kalau sudah cukup banyak baru saya olah menjadi tas atau produk yang lain,” tuturnya, Rabu (11/11/2021).
Proses pengerjaan untuk satu hingga dua tas, dapat memakan waktu hingga 7 hari. Lamanya proses, karena menunggu jumlah sampah plastik cukup untuk membuat satu produk dan pengerjaannya yang hanya digunakan dengan tangan.
“Proses pengerjaan bisa sampai 7 hari. Karena, biasanya menunggu sampah cukup untuk dibuat menjadi tas. Sampah plastik yang digunakan juga ratusan tergantung ukuran tas yang dibuat. Tapi, rata-rata 7 hari pengerjaan dan semua proses menggunakan tangan,” ungkapnya.
Satu produk tas berukuran kecil, bisa didapatkan dengan harga kisaran 75 ribu hingga 100 ribu rupiah. Untuk tas ukuran besar, bisa didapatkan dengan harga 200 ribu rupiah. Jika berminat untuk membeli, dapat mengunjungi jalan H.Jimol, nomor 6, atau melalui whatsapp 0857-7182-9660. (gus/red)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…