Warga Desak RSUD Malingping Buka Layanan Pasien Covid-19

LEBAK – Masyarakat Malingping, Kabupaten Lebak mendesak pemerintah agar RSUD Malingping melayani pasien covid-19. Hal ini disampaikan salah seorang warga Malingping Sodikin yang megeluhkan minimnya pelayanan pasien Covid-19 di Malingping.
Padahal, kata dia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah meminta kepada pemprov untuk mengalokasikan 30 persen tempat tidur RS di wilayahnya untuk merawat pasien Covid-19. Mengingat bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit Covid-19 saat ini rata-rata sudah di atas 85 persen.
“Harusnya pak Gubernur berani memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan memfungsikan RSUD Malingping, untuk penanganan pasien Covid-19. Karena di daerah selatan Kabupaten Lebak rumah sakit sangat jauh sekali dan hanya satu yang lengkap,” ujar Sodikin, Selasa (29/6/2021).
Ia mengatakan, saat salah seorang kerabatnya terpapar Covid-19 beberapa bulan lalu dan dibawa ke RS Malingping. Petugas hanya memberikan surat rujukan ke RSUD Banten di Kota Serang yang berjarak lebih 100 kilometer dari Malingping.
”Makanya tak heran, banyak warga Lebak Selatan lebih cenderung berobat ke Sukabumi dan Pelabuhanratu, Jawa Barat,” cetusnya.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) percepatan penangan Covid-19 Kabupaten Lebak dr Fimran Rahmatullah membenarkan, pihaknya kesulitan untuk menangani pasien Covid-19 dari Lebak Selatan. Karena belum ada fasilitas rawat inap untuk pasien Covid-19 di daerah tersebut.
”Setahu saya, rumah sakit Malingping itu hanya untuk transit bukan untuk pasien rawat inap atau isolasi,” ujar dia, saat dikonfirmasi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya baru menyiapkan dua bed di RSUD Malaingping untuk penanganan pasien Covid.
”RSUD Malingping menerima pasien Covid dengan dua bed. Saat ini sedang dipersiapkan untuk menambah bed isolasi Covid,” jelasnya.(red)






