Program Bantuan MCK Umum Nyasar ke Perumahan

Serang,- Program bantuan pembangunan tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum yang dibangun oleh Pemkot Serang di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dinilai masyarakat tidak tepat sasaran. Hal tersebut lantaran, program yang harusnya dapat menyasar oleh masyarakat yang belum memiliki MCK mandiri justru malah dibangun di lingkungan perumahan sehingga tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sejak pertama kali dibangun.
Diketahui, program MCK umum tersebut dikerjakan sejak tahun 2017 dan rampung pada tahun 2018. Namun karena warga di lingkungan tersebut tidak pernah digunakan oleh warga di Perumahan BTN Mina Bhakti Karangantu lantaran telah memiliki mck mandiri. Hal tersebut membuat tempat MCK yang dibagun tersebut terlihat sangat kumuh, terlihat tidak terawat dan justru dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan gudang.
Warga Perumahan BTN Mina Bhakti, Ijah (52) mengaku merasa kebingungan dengan pembangunan MCK umum di wilayahnya, lantaran warga telah memiliki MCK di rumah masing-masing. Warga sebenarnya meminta agar dibangun Sanitasi Air Bersih, tetapi pemerintah bersikeras melakukan pembangunan MCK hingga membuat gedung tersebut mubazir.
“Semenjak jadi, gedung ini tidak pernah digunakan warga, karena kami sudah punya MCK di rumah masing-masing ,” ujarnya, Senin (15/6/2020)
Senada dengan ibu ijah, Ibu Sri, Ketua RT setempat menuturkan, dibuatkannya MCK di BTN Mina Bhakti Karangantu itu tidak pas dan tidak tepat sasaran, karena warga telah memiliki jamban di rumah nya masing masing.
“Tiga-tiganya tidak ada yg dipake, kan rugi untuk apa? Yang dibutuhkan warga mintanya air bersih dan posyandu,” ujar ibu Sri, saat ditemui di rumahnya.
Sementara itu, Lurah Banten Hizbullah mengatakan, bahwa kegiatan proyek tersebut dilaksanakan oleh lurah sebelum nya dan dirinya sama sekali tidak mengetahui lantaran tidak ada acara serah terima atau apapun terkait pembangunan MCK tersebut.
“Kegiatan proyek tersebut dilaksanakan oleh lurah sebelum nya, gak tau saya apakah dana nya pusat apa APBD kota atau provinsi. Gak pernah ada serah terima dari mana sumber dana nya. Belum berani memfungsikan sesuai peruntukan awal tetap untuk WC,” jelasnya (arr)









