Waduh, Jenazah Covid-19 Tertukar

TANGERANG – Dua jenazah pasien Covid-19 di RSUD Balaraja tertukar. Kejadian itu menimbulkan kisruh antar keluarga pasien.
Kejadian tersebut terjadi pada Senin (28/6/2021) lalu. Ketika dua pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD Balaraja meninggal dunia dan hendak diurus oleh pihak rumah sakit.
“Dilakukanlah proses pulasara secara protokol kesehatan dan sudah standar kami sesuai pedoman dari Kemenkes RI. Selain itu, dalam proses pemulasaraan kami selalu mengikutsertakan anggota dari keluarga jenazah,” kata Humas Tim Penyakit Infeksi Emerjensi (PIE) Covid-19 RSUD Balaraja dr Aang Sunarto, Kamis (1/7/2021).
Aang menjelaskan, saat proses pemandian pada jenazah yang pertama Ibu I, disaksikan oleh suami dan anaknya. Namun, pihak keluarga tidak konfirmasi jika itu jenazah yang benar. Sehingga proses berjalan lancar tanpa komplain dari pihak keluarga.
Kata Aang, saat pihak RSUD ingin memulasarakan jenazah dari ruang yang sama yaitu, Ibu R, pihak keluarga yaitu anaknya mengenali bahwa jenazah tersebut bukan ibunya.
Sempat kisruh di dalam ruangan jenazah, akhirnya pihak RSUD pun menghentikan proses itu dan melakukan proses Identifikasi ulang.
“Ketika jenazah R ini hendak dimandikan, kemudian salah satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Sukadiri ini mengenali bahwa itu bukan ibunya. Di situ terjadilah sedikit kisruh. Dari kejadian itulah kami melakukan identifikasi ke ruang isolasi untuk mengecek ulang,” ucapnya.
Pihaknya mengatakan, saat proses identifikasi dicurigai bahwa jenazah tertukar dengan jenazah yang sebelumnya.
Maka sebagai bentuk permohonan maaf pihak rumah sakit, ia pun mengantarkan jenazah itu dan menukarkannya kembali ke rumah duka.
“Keluarga dari kedua jenazah pun memaklumi dengan kondisi saat itu dan tidak ada hal yang diributkan. Sampai sekarang semua sudah beres,” tuturnya. (Gus/red)









