Setelah Mogok Produksi Tahu Tempe, Harga Kedelai Malah Makin Naik

LEBAK – Para pedagang tahu dan tempe yang sempat mogok berjualan selama tiga hari sudah kembali berjualan. Mogok produksi ini dilakukan sebagai bentuk protes harga kedelai yang terus melonjak.
Dilansir dari detik.com salah satu Pedagang di Pasar Rangkasbitung, Kokom, mengaku bahwa aksi mogok tidak membuat harga kedelai menurun, malah menurutnya harganya terus naik. “Sekarang ukuran tahu dan tempe semakin kecil karena harga kacang kedelainya makin naik aja,” ucapnya.
Kokom juga menjelaskan sering mendapat keluhan dari pembeli lantaran ukuran tahu dan tempe mengecil. Meski begitu, tahu dan tempe yang dia jual masih tetap dibeli.
Kokom berharap harga kacang kedelai bisa segera kembali normal. Dirinya tak ingin terus-menerus mendengar keluhan pembeli.
“Ya pembeli mah biasa ngomel, ngomel gitu doang, tapi tetap dibeli. Ya penginnya mah cepet normal gitu, ya, pusing soalnya,” jelas Kokom.
Diketahui, harga kedelai bagi perajin berada di rentang Rp. 11.000-12.000 per kilogram (kg). Padahal harga kedelai pernah berada di rentang harga Rp 5.000-10.000 kg.







