Penutupan TMMD di Pandeglang Meriah, Pagelaran Seni Budaya Rampak Beduk Hingga Debus

PANDEGLANG — Upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 di Desa Kaung Caang berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan penutupan tersebut dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya khas Banten berupa Rampak Bedug dan Debus yang dibawakan oleh prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 320/Badak Putih.
Pagelaran budaya ini menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat, sekaligus menunjukkan semangat pelestarian budaya lokal Pandeglang. Iringan tabuhan bedug yang menggema berpadu dengan atraksi debus yang memukau menjadi penutup yang spektakuler dari rangkaian kegiatan TMMD ke-126 di wilayah tersebut.
Komandan Batalyon Infanteri 320/Badak Putih, Letkol Infantri Sujadi Dwi Setyanto, mengungkapkan bahwa pertunjukan Rampak Bedug bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi prajurit TNI.
“Seni Rampak Bedug ini menggambarkan keberanian, kekuatan, dan disiplin prajurit Badak Putih. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memelihara dan melestarikan budaya asli Pandeglang,” ujar Letkol Inf Sujadi Dwi Setyanto.
TMMD ke-126 TA 2025 di Kaung Caang telah berlangsung selama beberapa minggu dengan berbagai kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan serta mempercepat pembangunan di daerah pedesaan.
Dengan ditutupnya kegiatan TMMD ke-126 ini, masyarakat Desa Cikentrung diharapkan dapat merasakan langsung manfaat pembangunan yang telah dilakukan, sekaligus semakin mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.







